HEADLINE

Diduga Pinjam Alat Laboratorium, Mahasiswa Demo Fakultas dan Rektorat UKAW

Pihak rektorat bertemu mahasiswa yang melakukan aksi damai di Kampus UKAW.

TERKAIT INFO PEMINJAMAN ALAT LAB, MAHASISWA UKAW GELAR AKSI SOLIDARITAS.

KUPANG, Kilastimor.com-Dugaan peminjaman laboratorium pertanian oleh Fakultas Pertanian dari Politani Negeri Kupang sebagaimana diberitakan lembatanews.com Sabtu (3/2/2018) dipolemikan mahasiswa Fakultas Teknologi dan Pertanian UKAW.
Diduga peralatan laboratorium Politani dipinjam oleh pihak Fakultas Teknologi Pertanian UKAW sebelum tim Accesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi ( BAN PT) turun ke universitas yang bersangkutan.

Atas hal itu, sejumlah Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Program studi Mekanisasi Pertanian melakukan aksi solidaritas yang dimulai dari kantor fakultas hingga rektorat.

Disaksikan media ini, semangat aksi solidaritas yang menuntut kejelasan nasib mereka yang terancam ini. Usai orasi, kantor fakultas yang bersangkutan disegel oleh mahasiswa massa aksi.

Nort Mule Koordinator Lapangan, Nort Mule dalam orasinya pada aksi solidaritas ini mengatakan, pihak kampus diduga telah melakukan penipuan terhadap mahasiswa juga terhadap asesor BAN PT untuk mendapat akreditasi B.

Mahasiswa semester 7 UKAW ini melanjutkan, selama ini pihak kampus menggunakan alat Labotatorium milik kampus Politani Kupang. Padahal, setiap mahasiswa diminta untuk membayar biaya laboratorium sebesar Rp 200.000 per semester, dan pihak universitas setiap tahun mengalokasikan dana sebesar Rp. 120.000.000. “Kami tidak mau ditipu, ini lembaga pendidikan,” kata Nort dengan suara lantang diikuti teriakan massa aksi.

Pada kesempatan itu pula ada lima tuntutan massa aksi yang diterima media ini diantaranya: Pihak Kampus dituntut untuk memberikan kepastian akreditasi tiap program studi di UKAW, hentikan komersialisasi pendidikan, stop pembungkaman terhadap kreativitas mahasiswa, wujudkan pendidikan demokratis dan ilmiah, wujudkan pendidikan di UKAW sesui dengan iman Kristiani.

Massa Aksi dibawah terik matahari dengan jas almamater berwarna kuning menyala itu perlahan lahan menuju rektorat dan ditemui oleh Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan, Godlif Wewo, SH, MH di halaman UKAW.

“Ini pemberitaan yang menyudutkan lembaga. Apalagi lembaga Kristen.
Tidak mungkin kita saling menipu. Informasi ini tidak benar seakan akan kita melakukan penipuan,” ungkap Godlif yang adalah Dosen Pada Fakultas Hukum UKAW.

“Terkait hal ini kita akan melakukan upaya secara hukum, karena lembaga kita dirugikan,” tegas Godlif.

Pada kesemptan itu pula, ia menjawab pertanyaan massa mengenai jaminan masa depan mahasiswa. “Akreditasi sudah kita kirim tinggal asesor datang menilai dan menentukan, anda berada pada lembaga yang benar, lembaga milik gereja, lembaga yang berakreditasi, jadi mahasiswa aman,” ungkap Godlif.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UKAW Frankie Jan Salean SE, MP yang ditemui media mengatakan, pihak universitas menghargai tindakan yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai suatu tindakan kontroling, namun pihak Universitas membantah adanya upaya saling menipu antara Lembaga UKAW, mahasiswa dan Tim Asesor BAN PT.

“Saya pikir wajar, sebagai lembaga studi swasta ada berbagai kekurangan. Misalnya mahasiswa yang akan melakukan praktikum di luar, kita kirim. Misalnya dikirim ke BPOM, di undana dan tempat lainnya yang sangat memungkinkan untuk kemajuan pendidikan. Kalau alat yang tidak ada di kampus, kita tugaskan penelitian di luar, dan kita sudah melakukan sejumlah MoU untuk melegalkan itu demi kemajuan pendidikan” ungkap Rektor UKAW yang ditemui media di confrence room UKAW

Terkait informasi yang beredar bahwa bahwa ada peminjaman alat Laboratorium di Politani, Rektor UKAW dalam konfrensi pers yang didampingi Pembantu Rektor III dan Dekan Fakultas Tekonologi dan Pertanian ini, mengatakan, informasi itu tidak benar. “Betul kami ada kerja sama, dan mengenai peralatan laboratorium itu milik pribadi dosen kita yang juga mengajar di Politani” ungkap Rektor UKAW.

Ia melanjutkan, kerja sama yang ada selama ini tidak hanya dengan Politani tetapi banyak pihak, juga kerja sama ini tidak serta merta untuk kepentingan akreditasi semata, jadi semua info yang beredar tidak benar, dan praktek kuliah tetap berjalan hingga saat ini,” ungkap Franky.

Terpisah, salah satu peserta aksi yang ditemui media Marianus Engel Bell mengatakan, pihaknya bersama teman teman tetap berjuang menuntut kejelasan terhadap persoalan ini sehingga tidak ada yang dikorbankan.

“Kita akan terus mengawal bersama teman teman hingga persoalan ini tuntas,” tuntasnya. (dinho mali)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top