HEADLINE

Jalan Sabuk Merah Perbatasan di Kecamatan Lasiolat Rusak Berat

Inilah sisi jalan Sabuk Merah Perbatasan di Lasiolat yang jeblok.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Jalan Sabuk Merah perbatasan RI-RDTL di RT 001, RW 001, Desa Lasiolat, Kecamatan Lasiolat mengalami rusak berat. Pihak kontraktor sudah berusaha memperbaikinya. Namun, kemungkinan karena rongga dalam tanah menyebabkan jalan jeblok ke dalam tanah sekitar 10-30 cm.

Menurut pengakuan warga, kerusakan tersebut sudah terjadi sejak tahun lalu. Karena itu, pada tanggal 27 Desember 2017, pihak kontraktor sudah berusaha memperbaikinya. Akan tetapi, setelah salesai jeblok kembali.

Pantauan kilastimor.com pada, Minggu (04/02/2018), jalan Atambua menuju ke Lamaknen yang dilalui Jalan Sabuk Merah perbatasan RI-RDTL, tepatnya di RT 001, RW 001, Desa Lasiolat, Kecamatan Lasiolat mengalami rusak berat.

Panjang kerusakan mencapai 10 meter dengan lebar kerusakan hampir memakan seluruh jalan. Jalan tersebut anjlok ke dalam tanah dengan kedalaman sekitar 10-30 Cm. Nronjonh penahan tanah dengan ketinggian sekitar 2 meter yang berada di sisi kiri jalan pun anjlok.

Kemungkinan kerusakan ini dikarenakan material tanah atau ada rongga dalam tanah.

Oktavianus Loe, salah seorang warga RT 001, RW 001, Desa Lasiolat, Kecamatan Lasiolat mengeluhkan kerusakan jalan tersebut. Selain kerusakan jalan tersebut, Oktavianus juga mengeluhkan tanah yang sudah dikeruk oleh pihak kontraktor, tapi belum dibuat tembok penahan.

Menurutnya, Banyak sekali tanah yang dikeruk persis di halaman perumahan warga, tapi belum di buat tembok penahan. Di musim hujan seperti saat ini,banyak tanah yang longsor ke dalam saluran akibat belum dibuatnya tembok penahan.

Pantauan media, pihak kontraktor sudah membuat tembok penahan di beberapa tanah yang sudah dikeruk. Hanya saja, beberapa tempat yang dikeruk persis di halaman rumah warga, belum dibuat tembok penahan. Akibatnya, tanah yang dikeruk mulai longsor karena tak ada tembok penahan. Saluran yang telah digali pun kini mulai tertimbun tanah akibat erosi air hujan.

“Kami minta kalau bisa pihak kontraktor secepatnya membuat tembok penahan, kalau tidak tanah bisa longsor sampai di rumah tempat tinggal kami,” tuturnya. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top