EKONOMI

Pemda Malaka Siapkan Strategi Gairahkan Pasar Motamasin

Pasar Motamasin

BETUN, Kilastimor.com-Terhitung sejak 10 Januari lalu, Pasar Motamasin di perbatasan RI-RDTL beroperasi. Sayangnya, usai dioperasikan, pasar termegah di Kabupaten Malaka ini masih sepi pedagang.

Kepala Badan Keuangan dan Pengelola Aset Daerah Kabupaten Malaka, Aloysius Werang tak menampik minimnya animo para pedagang untuk berjualan di Pasar Motamasin.

Dari 400 lebih lapak yang disediakan, hingga saat ini baru terisi 100 lebih. Hal ini tidak lepas dari keberadaan pasar harian Beabuk. 

Untuk menggairahkan Pasar Motamasin agar ramai pedagang dan pembeli Pemkab Malaka berencana mengubah jadwal pasar mingguan Betun dari Senin ke Sabtu. Selain mengubah hari, tempat pelaksanaan pasar Betun pun akan dipindahkan ke pasar Motamasin.

“Kita sudah menyampaikan ide ini ke pak bupati dan beliu setuju. Hal ini kita lakakukan untuk mempromosikan dan menggairahkan Pasar Motamasin. Apalagi jika kita lihat dari aspek kelayakan, pasar Motamasin sangat layak jika dibanding dengan lokasi pasar Betun maupun Beabuk,” ungkap Alo sapaan karibnya. 

Terkait retribusi pasar, dia mengaku hingga saat ini pihaknya belum menarik retribusi. Hal ini mengingat masih rendahnya animo pedagang dan pembeli yang datang ke Pasar Motamasin. Nantinya, jika Pasar Motamasin telah ramai, pihaknya baru akan mulai menarik retribusi harian maupun biaya sewa kios.

“Untuk pedagang yang berjualan di lapak kita tarik retribusi harian Rp 2.000, sedangkan untuk sewa kios ‎tidak bisa saya sampaikan yang pasti biayanya murah,” sebutnya.

Sementara itu dari pantauan media hanya terlihat hanya beberapa orang pedagang sayuran yang berjualan tepat di emperan depan Pasar Motamasin, Rabu (31/1/2018).

Yuli Bantaek ketika dikonfirmasi pedagang sayuran mengaku, jika pada hari kerja (Senin hingga Jumat) memang Pasar Motamasin masih sepi penjual. Para pedagang baru ramai berdagang pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu).
“Kalau hari kerja seperti sekarang masih sepi pedagang pak. Kalau akhir pekan biasanya ramai karena pedagang dari atambua juga datang berjualan di sini,” ungkap Yuli.

Ketika disinggung soal pendapatannya, Yuli mengaku pendapatannya lumayan. Dalam sehari, juli mengaku mendapatkan penghasilan berkisar Rp 200 hingga Rp 400 ribu.
Hal ini tergantung dari ketersediaan komoditi yang dijual. ‎Dirinya juga mengaku hingga saat ini pihak dinas belum menarik retribusi.

” Biasanya kalau akhir pekan bisa dapat sampai Rp 400.000, kalau hari biasa Rp 200.000 sampai Rp 300.000. Kalau komoditi yang kita jual lengkap seperti sayuran, tomat, lombok, tempe dan tahu itu pasti penghasilannya lebih banyak. Kalau soal pembeli, memang belum ramai tetapi selalu ada setiap hari,” ujarnya. (pisto)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top