HEADLINE

Ini Tujuh Fakta Terkait Kasus Penyelundupan Moge di Perbatasan RI-RDTL

Ilustrasi

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kasus Penyelundupan Motor Gede (Moge) yang terjadi pada 3 Oktober 2017 lalu di Pelabuhan Atapupu menyisakan banyak tanda tanya bagi masyarakat Kabupaten Belu. Hal ini pula sempat mendapat perhatian dari beberapa media nasional.

Berikut beberapa fakta yang mampu diungkapkan oleh Kepala kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Atambua, Tribuana Wetangtera ketika ditemui Pena Batas RI-RDTL di ruang kerjanya, Jumat (23/03/2018).

Pertama, penyelundupan Sparepart Moge dikemas dalam 25 peti. Ahli teknisi Moge mengaku bahwa dari 25 peti yang berisi Sparepart Moge tersebut, setelah dirakit, didapat 20 unit Moge yang belum siap dipakai. Butuh tambahan beberapa Sparepart lagi untuk bisa dipakai.
Kedua, barang-barang tersebut merupakan barang impor.
Ketiga, 25 peti kemasan tersebut diangkut menggunakan truk kontainer.
Keempat, barang-barang tersebut masuk melalui PLBN Mota’ain.

Kelima, 25 peti yang berisi Sparepart Moge tersebut dibawa dari Timor Leste hendak dikirim ke Pulau jawa melalui jalur laut.

Keenam, sudah ada beberpa saksi yang dimintai keterangan.
Ketujuh, pihak Bea dan Cukai sudah mengantongi beberapa pelaku.

Sebelumnya, diberitakan oleh media ini bahwa Pengiriman motor gede (Moge) Harley Davidson dari Pelabuhan Laut Atapupu, Selasa (3/10/2017), digagalkan aparat.

Kabar pengiriman Harley Davidson dalam satu unit kontainer, pertama kali diketahui anggota TNI dari Kodim 1605/Belu dan polisi militer.

Pada Selasa sekitar pukul 11.00 Wita, anggota Kodim Belu yang berada di pelabuhan, meminta agar kontainer yang sudah siap dikirim itu ditahan untuk diperiksa.

Selanjutnya, petugas dari Bea Cukai Atambua dan dari Polres Belu tiba lalu melakukan pengamanan. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top