HEADLINE

Mahasiswa UNWIRA Tolak Revisi UU MD3. Ini Pendapat DPRD NTT

Wakil Ketua DPRD NTT menerima tuntutan mahasiswa UNWIRA yang menolak UU MD3.

KUPANG, Kilastimor.com-Senat Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala (UNWIRA) Kupang menjadi yang pertama di kalangan mahasiswa NTT dalam menyuarakan aspirasi menolak revisi Undang Undang MD3, Rabu (28/2).

Penolakan itu ditandai dengan aksi damai dan merupakan inisiatif mahasiswa Unwira terhadap persoalan bangsa yang dilihat sebagai gerbang hancurnya peradaban demokrasi bangsa.

Aksi damai mahasiswa UNWIRA tolak revisi UU MD3.

Aksi dibawa koordinator lapangan Adrianus Lalu dan Kordum Vecky Tameon
dimulai sekitar pukul 10.00, setelah pelepasan massa aksi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Drs. Servasius Rodriques, M.Si.

Panasnya terik matahari tak meredam semangat mereka yang melakukan long march dari Universitas Katolik Widya Mandira di Jln. A. Yani menuju  kantor DPRD  Prov. NTT  di  Jalan El Tari melalui Jl. Tompelo, Jl. Cak Doko putar kanan arah Jl. Palapa.

Massa kemudian diterima oleh Wakil Ketua DPRD I DPRD NTT, Alex Ofong dan dua rekan anggota komisi I di ruang sidang Kelimutu.

Elfrem Woni Ketua Senat Mahasiswa Unwira dalam kesempatan itu menggambarkan situasi kemunduran peradaban demokrasi bangsa, dimana revisi Undang-Undang No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPD, DPR, dan DPRD terkesan dipaksakan untuk kepentingan golongan tertentu.

“Revisi Undang-Undang ini menunjukan tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh DPR RI. Kami melihat hal ini sebagai wujud membentangi diri, padahal yang sebenarnya adalah DPR membentengi konstituennya bukan sebaliknya,” ungkapnya.

Disaksikan media ini, perbincangan dan tukar pendapat antara massa aksi dan pihak DPRD terlihat sejalan hingga penyerahan inti tuntutan mahasiswa dengan kajiannya serta mosi tidak percaya yang ditandangani oleh segenap civitas akademika Unwira itu.

Alex Ofong, Wakil Ketua DPRD NTT yang menerima massa mengakui bahwa tindakan mahasiswa Unwira adalah tindakan positif dalam bentuk penyelamatan terhadap demokrasi bangsa, sehingga dirinya menerima dan berjanji akan meneruskan aspirasi ini kepada pihak yang terkait dalam hal ini DPR RI dan tembusan ke MK.

Politisi Nasdem ini meminta agar masyarakat NTT terus bersuara agar Mahkamah Konstitusi secepatnya mengambil langkah penyelamatan terhadap bangsa.

“Kami sebagai lembaga perwakilan daerah akan meneruskan ini. Berbagai informasi di media sosial yang kita lihat, bahwa sudah sekian juta  yang menandatangani petisi menolak revisi undang-undang ini. Maka apa yg dilakukan oleh Senat Mahasisiwa Unwira hari ini kami sepakati, karena mahasiswa Unwira secara tegas melawan arogansi sepihak,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi I, Leo Ahas mendukung pernyataan Ofong, dengan ide yang diberikan adalah Konstitusional Review. Sebab baginya ada catatan sejarah yang kelam bahwa UU MD3 yang dihasilkan selalu bertentangan dengan konstitusi.

“Jangan berhenti disini. Maju terus..mari kita selamatkan demokrasi kita,” imbau Politisi Jebolan Fakultas Hukum Unwira ini.

Koordinator Aksi, Vecky Tameon kepada media  ini mengatakan besar harapannya agar apa yang disuarakan dapat terwujud. Sebab baginya jalan keluar yang terbaik adalah Presiden sesegera mungkin  mengeluarkan peraturan pemerintah  pengganti Undang-Undang, jika revisi ini sudah sah dijalankan.

Pada bagian akhir dirinya mengajak seluruh komponen masyarakat, mahasiswa  di seluruh Indonesia, untuk bersama-sama bersuara menolak revisi Undang Undang ini. (dinho mali)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top