HEADLINE

Tolak UU MD3, PMKRI dan GMNI Atambua Turun ke Jalan

Mahasiswa di Belu tolak UU MD3.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua St. Yohanes Paulus dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonseia (GMNI) Cabang Belu melakukan aksi turun ke jalan, Kamis (15/3/2018).

Aksi turun ke jalan yang dilakukan di Depan Gedung DPRD Belu tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap Revisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD (MD3) yang telah disahkan DPR RI beberapa waktu lalu.

Pantauan kilastimor.com, aksi yang dipimpin Ketua GMNI Cabang Belu Hendrianus A. Modok dan Ketua PMKRI Cabang Atambua, Remigius Bere itu sebelum mendatangi kantor DPRD Belu, sekira pukul 10.15 Wita mereka sempat berorasi di depan Pengadilan Negeri Atambua dan Tugu Pancasila Simpang Lima Atambua.

Selanjutnya massa yang membawa serta bendera, spanduk dan poster bertuliskan “Aksi tolak revisi UU MD3 di beranda perbatasan Kabupaten Belu, tolak revisi UU MD3, DPR rakus kekuasaan dan masyarakat Kabupaten Belu di beranda RI-RDTL mendesak MK untuk tolak UU MD3” bergerak menuju gedung DPRD Belu sembari terus berorasi secara bergantian.

Massa yang datang di gedung DPRD Belu tersebut ternyata belum bisa menemui para wakil rakyat lantara baik pimpinan maupun seluruh anggota DPRD Belu tidak ada di kantor.

Sambil menunggu kehadiran anggota DPRD Belu, salah satu peserta aksi membacakan pernyataan sikap sebagai tuntutan mereka. Mereka menolak revisi UU MD3 karena bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi.

Mereka konsisten membela demokrasi yang direnggut dan rakyat yang menjadi korban kriminalisasi dari revisi UU MD3.

Karena itu, mereja meminta MK untuk meninjau ulang (JR) pasal-pasal dalam UU MD3 dan mendukung langkah Presiden RI untuk tidak menyetujui dan menandatangani UU MD3.

Usai membacakan pernyataan sikap, sekira pukul 11.00 Wita massa ditemui Wakil ketua II DPRD Belu Jeremias Junior Manek dan disetujui hanya dua orang perwakilan dari peserta aksi yang diterima yaitu Hendrianus A. Modok dan Remigius Bere.

Dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua DPRD Belu Jeremias Junior Manek mengucapkan terima kasih telah datang ke DPRD Belu untuk menyalurkan aspirasinya dan meminta maaf kalau hari ini belum bisa diadakan audiens karena seluruh anggota DPRD Belu sedang melaksanakan tugas luar.

“Aspirasinya ini dari DPRD Belu sifatnya hanya menampung karena untuk permasalahan UU MD3 itu merupakan kewenangan dari DPR RI, sedangkan untuk DPRD Belu saat ini hanya mengikuti Undang-Undang yang sudah diputuskan oleh Anggota DPR RI,” jelasnya.

Karena itu, dia meminta untuk dijadwalkan ulang audiens massa aksi bersama anggota DPRD Belu. Usulan tersebut disetujui oleh perwakilan peserta aksi. “Kita jadwalkan untuk audiens pada tanggal 21 Maret mendatang,” ujar Junior.

Setelah menyepakati waktu audiens yang ditunda, massa aksi meninggalkan kantor DPRD Belu menuju Sekretariat PMKRI Cabang Atambua. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top