HEADLINE

BNNP: Belum Ada Kasus di Malaka

Rapat kerja BNNP NTT di Malaka.

BETUN, Kilastimor.com-Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengadakan rapat kerja dalam rangka pemetaan kawasan rawan dan sinergitas program pemberdayaan alternatif di Kabupaten Malaka di Hotel Ramayana, Betun, Kecamatan Malaka Tengah, Kamis (29/4/2018).

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTT, Yosef Gadhi ketika dikonfirmasi usai kegiatan mengatakan rapat kerja ini salah satu upaya meminimalisir kawasan yang berpotensi rawan penyeludupan narkoba.

“Sampai saat ini, NTT tidak ada kawasan khusus rawan narkoba. Tetapi kita terus adakan pendekatan pada aderah perbatasan, karena perbatasan daerah yang cukup berpotensi dalam peredaran narkoba,” ungkap dia.

Yosep melanjutkan, saat ini di Timor Leste diduga terdapat 162 ton atau 9 konteiner narkoba, yang didatangkan dari China, dan akan diedarkan di Indonesia. Barang bukti sudah ditahan oleh polisi Timor Leste.

“Pihak Kepolisian Timor Leste sudah melakukan koordinasi dengan BNN NTT, sehingga kita bersama stakeholders yang ada di kabupaten Malaka dalam mengantisipasi dan sekaligus melakukan pencerahan dan sosialisasi kepada masyarakat soal bahaya narkoba,” tuturnya.

Dirinya mewakili BNNP NTT menghimbau kepada masyarakat khususnya kaum muda, untuk tidak mengunakan narkoba karena sekali coba, akan ketagihan dan menghancurkan masa depan.

“Narkoba memang masuk kedalam tubuh itu gampang, akan tetapi keluar dari tubuh itu akan sulit,” terangnya.

Dari hasil pantauan BNNP, Malaka belum ada kasus narkoba. Akan tetapi kita akan waspada dan antispisi. (pisto bere)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top