HEADLINE

Dunia Bawah Air Atapupu ‘Tawarkan’ Keindahan

Bupati Belu dan Kaka Slank juga sejumlah penyelam pose di laut Atapupu

Oleh : Stefantje Bele Bau

(Kasubag Komunikasi Publik Bagian Protokol dan Komunikasi Publik Setda Belu)

Atapupu terletak di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, sekitar 18 km dari kota Atambua ke arah Barat Laut. Perjalanan ke sana kurang lebih 30 menit menggunakan motor atau kendaraan pribadi.
Diwilayah para Misionaris Yesuit menginjakan kaki untuk pertama kalinya di Pulau Timor ini memiliki beberapa objek wisata menarik seperti Teluk Gurita, Kolam Susuk, Pantai Sukaerlaran, Pantai Pasir Putih dan objek wisata alam, We ‘Ro’.

Sejumlah tulisan merilis bahwa, dulu di masa penjajahan, teluk gurita ini sering dimanfaatkan sebagai pelabuhan darurat untuk Belanda dan Jepang. Teluk ini menjadi jalur perdagangan mini di masa itu. Konon, saat Jepang kalah perang dan harus angkat kaki, banyak amunisi perang yang ditenggelamkan di teluk ini. Lewat cerita yang berkembang disinyalir bahwa di dasar laut teluk ini ada berbagai bangkai kapal.

Tapi, yang menjadikan Teluk Gurita sebagai destinasi wisata yang menarik yakni pemandangan alam dan perpaduan biru langit dan lautlah yang membuat tempat ini sangat menawan. Air lautnya pun masih sangat jernih sehingga para pengunjung bisa menikmati wisata pantai yang bersih dan asri. Untuk kolam Susu, sebenarnya kolam itu, bernama Kolam Susuk yang artinya sarang nyamuk.

Meskipun demikian, kolam yang kaya ikan bandeng itu memiliki pesona yang luar biasa.
Pemandangan alami tambak ikan bandeng dan terdapat pondok kecil tempat beristirahat. Disini dapat membeli ikan bandeng bakar/panggang.

Bagi pengunjung yang hendak melintasi perbatasan antara RI-Timor Leste dari Kota Atambua, akan dibuat terkagum-kagum dengan pemandangan di sepanjang jalannya, terdapat jajaran pantai berpasir putih ini di sisi kanan jalan dari Motaain. Pantai ini lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Pantai Sukaerlaran atau Pantai Pasir Putih. Pantai ini dibalut dengan hamparan pasir putih dan pepohonan rindang nan asri di sekelilingnya.

Di pantainya pun, pepohonan bakau nampak terlihat menghiasi pantai ini di sisi kanan dan kirinya. Perpaduan gundukan pasir putih dipadu dengan pepohonan hijau membuat suasana di Pantai Atapupu terasa sejuk meski di siang hari yang terik sekalipun.

Pantai Atapupu juga merupakan tempat favorit warga setempat, terutama para muda-mudinya untuk menyaksikan panorama keindahan matahari terbenam di sore harinya. Tak heran jika pada hari libur, pantai ini akan terlihat ramai oleh pengunjung yang mayoritasnya adalah masyarakat lokal setempat. Tak jarang juga warga negara Timor Leste yang hendak menuju Atambua, terlihat mengunjungi pantai yang belum terlalu dikenal oleh para wisatawan di luar kota ini.

Salah satu objek wisata yang tak kalah menarik adalah wisata bahari bawah laut yang berada di Pantai Aidila dan Pantai Afuik (Desa Dualaus), Pantai Abad (Desa Jenilu), Pantai Motaain (Desa Silawan dan Teluk Gurita (Desa Dualaus), kendati belum banyak diketahui khalayak, tetapi menjadi perhatian serius dari para pecinta obyek wisata bawah laut, seperti musisi Akhadi Wira Satriaji atau kerap di sapa ‘Kaka Slank’ dan Koreografer Indonesia asal Solo, Eko Supriyanto

Kehadiran dua seniman top yang sudah mendunia ini didampingi Tim asal Danlantamal Kupang, Mayor Zakaria, Letda Sunadi dan Sertu Lemek. Tim dari Pol Air, Bripka Rahmat, Brikpol Eko dan Master Diver Tomy Candra asal Jailolo dan Willy Underwater asal Jakarta.
Tim Sport Diving melakukan penyelaman di perairan Atapupu selama 3 hari yaitu dari tanggal 7-9 Pebruari 2018.

Pada penyelaman hari pertama dan kedua, tim menemui kendala, akibat kondisi air laut yang kurang jernih, sehingga tidak ditemui spot-spot yang indah. Namun di hari ke-3 saat melakukan penyelaman bersama Bupati Belu, Willybrodus Lay, tim berhasil menemukan spot yang cukup indah di sekitar perairan Teluk Gurita.

Kaka Slank menuturkan, dirinya sangat merasa tertantang untuk bisa melakukan penyelaman di daerah baru yang belum pernah dilakukan para penyelam.

Meskipun kondisi air laut saat ini agak kabur, karena musim hujan, namun di hari yang ketiga tim dapat menemukan spot yang cukup indah dan tim sepakat menamai lokasi tersebut dengan nama ‘Spot Bunda Maria’, karena berada dekat lokasi yang akan dibangun patung Bunda Maria, yang juga sebagai salah satu obyek wisata Rohani di tapal batas negara RI-RDTL.

Kaka Slank berjanji, dirinya akan kembali lagi ke Kabupaten Belu guna melakukan penyelaman berikutnya untuk mencari spot-spot yang indah, apabila kondisi alamnya sudah membaik. Kaka Slank tersebut juga menjanjikan untuk mengekspose keindahan alam bawah laut Atapupu ke dunia luar untuk menarik para wisatawan baik lokal maupun wisatawan manca negara.

“Saya baru tahu, ternyata Belu artinya sahabat, kalau pacar ada mantan pacar sementara Sahabat akan tetap menjadi Sahabat untuk selamanya,” ujar vokalis grup musik slank tersebut.

Bupati Belu, Wilybrodus Lay mengatakan, akan mengembangkan potensi obyek wisata bawah laut dengan mengirimkan putra-putri Belu yang memiliki bakat ‘selam’ untuk belajar di Lantamal Kupang, sehingga kelak bisa menjadi instruktur bagi calon penyelam-penyelam lain di Belu, yang pada saatnya mereka dapat berperan sebagai pemandu obyek wisata bahari bawah laut.

Orang nomor satu di Belu yang juga pecinta obyek wisata bahari bawah laut ini juga memberikan apresiasi kepada Danlantamal VII Kupang dan Pol Air Polda NTT, yang telah bersedia meminjamkan alat dan mengirimkan tenaga pendamping sehingga terlaksanannya penyelaman di perairan laut Atapupu, Kabupaten Belu. Penyelaman menggunakan Scuba Diving dilakukan pada kedalaman 7–15 meter, dan berhasil ditemukan sejumlah spot potensial (terumbu karang, ikan hias, penyu dan lumba-lumba) yang indah dan menarik.

Tim Sport Diving juga sempat membentang tulisan “ I Love Belu” dan “Dari Tepian Negeri Kami Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional” di Spot Bunda Maria, Teluk Gurita. (pkpsetdakabupatenbelu/adv)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top