HEADLINE

PH Minta Hukuman Ringan, Jaksa Tak Tanggapi

Sidang lanjutan kasus pembunuhan di Venice, Kupang.

KUPANG, Kilastimor.com-Sidang perkara pidana nomor register 305/Pid.B/2017/PN.Kpg, dalam kasus pembunuhan terhadap Arthur Imanuel Maurisco Baun alis Bombo di Venice Club ( 10/9/2017) dengan Terdakwa, Martinus Nando Riri (23) alias Nando segera berakhir, setelah Jaksa Pemuntut Umum menyatakan tidak ada tanggapan atas pledoi penasehat hukum (PH) pada sidang Rabu (4/4/2018).

Pantuan media ini, sidang berlangsung dengan cepat dan penasehat hukum Terdakwa membuat pembelaan secara tertulis dan anggap terbaca setelah itu  diserahkan kepada majelis hakim dan JPU.

Diberitakan media ini sebelumnya bahwa Nando Pria kelahiran Ende 27 Juli 1995 ini didakwa melakukan tindak pidana dengan dakwaan primair Pasal 338 KUHP dan dakwaan Subsidair Pasal 354 ayat (2) dan Pasal 351 (3) KUHP serta dituntut dalam persidangan sebelumnya selama 14 tahun penjara dikurangi seluruh masa tahanan.

Dalam pembelaannya Penasehat Hukum Terdakwa meminta Majelis hakim memberikan putusan yang seringan ringannya.

Terhadap pembelaan yang ada Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Kupang Yohanes Bolitobi, SH di depan majelis hakim Anak Agung Made Aripati Nawaksara, Reza Tyrama, Budi Aryono dan Penitera Pengganti Noh Fina,  mengatakan bahwa pembelaan yang ada tidak dapat diterima dan pihaknya tetap pada tuntutannya.

Terpisah dari itu, salah satu anggota tim penasehat hukum terdakwa Arnold Johni Filipus Sjah, SH, M.Hum yabg ditemui media ini isai sidang mengatakan bahwa inti pembelaannya adalah meminta majelis hakim menjatuhi hukuman pidana seringan-ringannya.

“Pada prinsipnya kami tidak sepakat dengan JPU, menurut kami Fakta persidangan yang ada terbukti pasal 351 ayat 3. ini kekerasan ini bukan pembunuhan apalagi perencanaan” ungkapnya.

Arnold melanjutkan bahwa jikalau adanya niat maka perlu dilihat lebih jauh adanya perencanaan seperti dengan menyiapkan alat atau lain sebagainya, tetapi menurutnya fakta di persidangan tidak menunjukan itu.

Terpisah dari itu, orang tua Korban Yosefina Baun Bere yang ditemui media ini megatakan bahwa pihaknya tetap menghormati proses hukum yang ada, dan dirinya mengharapkan agar Jaksa Penuntut Umum tetap menjunjung tinggi profesionalisme dalam beracara.

“Kami tetap menghormati proses hukum ini. Namun sayangnya melihat kondisi ini, hati kami tersayat terus menerus. Dalam pembelaan secara garis besar menyatakan perbedaan penerapan pasal sebaiknya Jaksa pun memberikan tanggapan secara tertulis untuk meyakinkan hakim, tapi di sidang tidak ada, ingat masih ada pengadilan yang lebih tinggi ” Ungkapnya dengan wajah dibasahi air mata.

Lanjutnya, Yosefina mengharapkan agar Hakim bisa memberikan putusan yang adil, selain itu kepada Jaksa, Yosefina mengaharapkan, Jaksa mengajukan upaya hukum lanjutan jika putusan nanti jauh di bawah tuntutan sebab baginya tuntutan yang  ada pun sangat ringan dibandingkan nyawa anaknya yang meninggal dunia.

” anak saya telah meninggal, saya harapkan Jaksa juga bisa memahami kondisi yang kami rasakan saat ini, sehingga nanti bisa ajukan banding. Kami percaya hakim dapat.memberikan hukuman yang adil ” ungkapnya

Di akhir kata dengan suara gemetar ia mengatakan ini adalah pengadilan dunia, akan ada pengadilan di surga yang lebih tahu. “Kita serahkan semua kepada Tuhan,” ungkapnya dengan wajah berlinang air mata. (dinho mali)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top