EKONOMI

April 2018, IHK Provinsi NTT Alami Deflasi 0,04 Persen

BPS gelar jumpa pers.

KUPANG, Kilastimor.com-Pada periode April 2018, Indeks Harga Konsumen (IHK) Nusa Tenggara Timur mengalamai deflasi sebesar 0,04 persen. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur  Maritje  Pattiwaellapia, SE, M.Si, didampingi  Sofan, S.Si, M.Si ( Kabid Statistik Provinsi), Damarce M. Sabuna, S.ST, SE, M.Si ( Kabid statistik distribusi) Ir. Tia Faryda Gultom, MM ( Kabid Integrasi Pengelolahan dan Diseminasi Statistik) dalam kegiatan jumpa pers di kantor BPS NTT, Rabu (2/5).

Dikatakan, deflasi per April 2018 di Nusa Tenggara Timur terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada kelompok bahan makanan  dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yang mengalamai deflasi sebesar 0,68 dan 0,01 Persen.

Selanjutnya pada data Rilis BPS NTT tahun 2018 yang diterima media ini memuat,  untuk Nilai Tukar Petani ( NTP) bulan April 2018 yang mencakup 6 subsektor yaitu subsektor padi dan palawija (107,09), hortikultura (99,78), tanaman perkebunan rakyat (100,06), peternakan (105, 58) dan perikanan (107, 37).

“Nilai Tukar Petani ( NTP) April 2018 sebesar 103, 63. Ini artinya pendapatan petani lebih baik dibandingkan dengan pengeluarannya, sehingga jika dibandingkan NTO April 2018 dengan NTP Maret 2018 mengalami penurunan 0,82 persen” Ungkap  Maritje.

Untuk harga gabah  di tingkat petani  dan penggilingan NTT bulan Maret hingga bulan April 2018 terlihat tidak ada perubahan di mana pada Maret 2018 dan April 2018 harga gabah petani per satuan Kilo Gram Rp. 5.125   dan harga gabah di penggilingan per satuan Kilo Gram Rp. 5.450.

Menariknya, sekalipun harga gabah pada periode Maret 2018 dan April 2018 tidak mengalamai perubahan namun harga beras pada tingkat penggilingan mengalami penurunan. Di mana pada bulan Maret 2018 untuk beras premium dengan harga Rp. 10.000/kg menjadi Rp. 9.700/kg, untuk beras medium dari RP. 10.000/ kg menjadi Rp. 9.500/kg dan untuk beras rendah Rp.10.000/kg me jadi Rp. 9.373/Kg.

Melihat keadaan demikian menurut Maritje dikarenakan saat ini telah  memasuki musim panen.

Di lain sektor, diinformasikan bahwa pada periode April 2018 terjadi peningkatan drastis jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia melalui pintu masuk Atambua. Adapun jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia melalui pintu masuk Atambua sebanyak 5.250 orang.

” junlah wisatawan mengalami kenaikan sebesar 38,19 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya dengan jumlah wisatawan  mancanegara sebanyak 3.799 orang” Ungkapnya.

 Untuk tingkat penghunian Kamar ( TPK) Hotel Bintang NTT, Mariatje menginformasikan  saat ini mencapai 60, 92 persen karenanya pihaknya berharap agar banyak tamu yang datang  dan menginap di Hotel. (dinho mali)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top