HEADLINE

Ayo Ikuti Lomba Grafiti 3D di Kampung Jokowi Awal Agustus 2018

Ferdi Mones diwawancara media dengan latar belakang Perumahan.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL bersama komunitas Mane Fronteira bersama Desa Silawan akan mengadakan lomba grafiti tiga Dimensi (3D) di Kampung Jokowi pada awal Bulan Agustus 2018 nanti.

Lomba akan berlangsung di kompleks rumah idaman sehat sederhana (Risha) atau yang Kampung Jokowi di Dusun Webenahi, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, perbatasan RI-RDTL tersebut bertujuan untuk menjadikan kampung Jokowi sebagai sebuah kampung wisata. Dengan demikian akan meningkatkan pendapatan masyarakat penghuni Kampung Jokowi.

Lomba grafiti 3D merupakan moment unjuk kebolehan para seniman jalanan di daratan Pulau Timor, mulai dari Kupang Hingga negara tetangga Timor Leste. Kegiatan akan dilaksanakan selama satu minggu, tepatnya pada 30 Juli hingga 5 Agustus 2018. Lomba ini pun sekaligus memeriahkan HUT RI ke-74.

Demikian simpulan komunitas dalam pertemuan sekaligus pembentukan panitia dalam rangka lomba grafiti tiga dimensi di rumah Kepala Desa Silawan, Ferdi Mones di Kampung Jokowi, Desa Silawan, Minggu (27/5/2018) sore.

Ferdi Mones usai pertemuan kepada media mengatakan, kegiatan hari ini pembentukan panitia lomba grafiti tiga dimensi dalam menyambut HUT RI ke-73 kerjasama Komunitas Mane Fronteira dan Pena Batas sekaaligus peringati 1 tahun Pena Batas RI RDTL.

“Hari ini kita pembentukan panitia. Rencana lomba awal bulan Agustus dengan tema yang diusung Budaya Cerminan Nasionalisme di Tapal Batas RI RDTL,” jelas Mones.

Dikatakan, tujuan kegiatan selain menjaga serta melestarikan budaya serta menumbuh kembangkan rasa nasionalisme di perbatasan. Lomba ini juga memotivasi generasi muda yang bakat atau kreatifitas agar terus berkarya.

Dijelaskan, media yang akan dijadikan lomba yakni perumahan warga Kampung Jokowi sebanyak 100 unit. Hal ini guna menata serta menjadikan kompleks Kampung Jokowi sebagai objek pariwisata di perbatasan Belu.

Lanjut Mones, pertemuan komunitas masih akan dilakukan lagi guna pemantapan panitia. Tentunya, selain itu juga kita akan bekerjasama juga dengan aparat keamanan, lintas sektor serta stakeholder yang ada di wilayah perbatasan.

“Nanti dinding-dinding tembok rumah warga akan dilukis. Lomba terbuka untuk umum, selain peserta dari Kupang, TTS, TTU, Malaka dan Belu, kita akan undang juga negara Timor Leste. Direncanakan satu tim lomba grafiti terdiri dari minimal tiga orang,” jelas Mones.

Ferdi Mones menghimbau kepada seluruh seniman jalanan yang ada di Pulau Timor untuk wajib ikut serta dalam perlombaan tersebut. Beliau juga mengajak para seniman jalanan untuk berbuat sesuatu kepada bangsa lewat seni jalanan di teras depan Indonesia.

“Ayo ikut lomba Grafiti 3D di Kampung Jokowi. Kita tunjukan bahwa melalui seni jalanan, kita sudah memberi sumbangsih untuk kemajuan Bangsa Indonesia,” ajaknya. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top