HEADLINE

Bando: Bangsa Maju Karena Budaya Membaca Tinggi

Kepala Perpustakaan Nasional memukul gong.

BETUN, Kilastimor.com-Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia M. Syairif Bando membuka Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca  di Provinsi dan Kabupaten/Kota di NTT Tahun 2018.

Safari yang digelar di Aula Kantor Bupati Malaka, Senin (14/5) itu mengambil tema “Implementasi revolusi mental melalui mobilsasi pengetahuan dalam rangka meningkatkan indeks literasi masyarakat”.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, Sekretaris Daerah, Donatus Bere dan Ketua Komisi I DPRD Malaka, Doddy Teyseran, pimpinan OPD Kabupaten malaka, tenaga pendidik serta siswa/siswi SD, SMP dan SMA.

M. Syairif Bando mengatakan urusan perpustakaan itu merupakan urusan wajib sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar.

Oleh karena itu, seluruh provinsi dan kabupaten/kota diseluruh Indonesia wajib mengadakan perpustakaan daerah. Ini juga sudah didukung oleh Menteri Desa untuk mengunakan angaran desa untuk mengembangkan perpustakaan di desa, guna menghadirkan buku-buku untuk membantu masyarakat dalam masalah-masalah yang di hadapi sekaligus meningkatkan perekonomianya.

“Kita tidak bisa berubah tanpa membaca. Jadi buku ini merupakan suatu wadah untuk merubah kata dari tertinggal menjadi bahasa yang berkembang dan menjadi bahasa maju,” bilangnya.

Dirinya melanjutkan, perbedaan suatu bangsa yang maju dan tidak maju hanya satu yaitu tingkat budaya baca masyarakatnya. Semakin tinggi budaya membaca masyarakat, semakin maju bangsanya dan semakin rendah tingkat budaya membaca akan terbelakang bangsa itu.

Ia menjelaskan, pihaknya akan bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Malaka, dan perpustakan akan menjadi prioritas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa selain itu.

Pihaknya dari Perpustakan Nasional akan bersinergi memberi dukungan penuh, baik teknis pengembangan perpustakaan dan pengembangan mobil perpustakaan keliling dan memberi dukungan kepada komunitas pengembangan literasi dan juga memberikan edukasi kepada penguna media sosial, agar generasi muda tidak mudah pengaruh dengan masalah-masalah, tapi kita mendorong untuk membaca buku-buku bermanfaat buat masa depan. (pisto bere)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top