HEADLINE

Dua Oknum Wartawan KPK Diinterogasi Kapolsek Malaka Tengah. Ini Hasilnya…

Inilah dua oknum wartawan KPK yang diinterogasi polisi.

BETUN, Kilastimor.com-Dua orang oknum yang mengaku wartawan Koran Perangi Korupsi (KPK) diinterogasi pihak Polsek Malaka Tengah.
Hal itu dilakukan, karena selama ini aktivitasnya meresahkan sejumlah aparat desa dan warga desa di Malaka.

Pantauan media ini, kedua oknum itu terlihat pasrah saat diinterogasi oleh Kapolsek Malaka Tengah, AKP Rinaldi Hastomo, saat keduanya mengantar surat pengaduan terkait pemberitaan salah satu media tertanggal 8 Februari lalu.

Dalam pengaduan itu, ada kejanggalan dalam isi surat yang ditujukan Kepada Polsek Malaka Tengah. Diantaranya, Surat hanyalah hasil scan dan surat ditujukan kepada Kapolres Malaka dengan tembusan Kejari Malaka dan Pengadilan Malaka.

Melihat surat itu, Kapolsek Malaka Tengah langsung menaruh curiga kepada dua oknum wartawan KPK tersebut. Pasalnya, Kabupaten Malaka belum ada Polres, Kejaksaan dan Pengadilan.

Selain itu, pekerja media itu sebelumnya sudah diadukan sejumlah kepala desa terkait dugaan pemerasan yang dilakukannya.

Untuk diketahui, dua oknum yang diinterogasi antara lain, Yeremias Tahu, warga Desa Rinbesihat Kecamatan Tasifeto Barat dan Denis da Costa, warga Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.

Kapolsek Malaka Tengah, AKP Rinaldi Hastomo kepada media mengatakan, aktivitas oknum yang mengaku wartawan KPK sudah dikeluhkan warga khususnya aparatur sejumlah desa di Kabupaten Malaka.

Aktivitas pengawasan mereka bilangnya, hanya fokus untuk kegiatan fisik proyek dana desa. “Saat turun di desa untuk melakukan investigasi, mereka bertindak seolah penyidik, periksa fisik proyek, periksa dokumen bahkan mengancam kepala desa,” papar dia.

Dirinya meminta oknum itu untuk tidak lagi mengulangi aktivitas yang meresahkan warga dan sebaiknya memilih kembali ke jalan yang benar. “Saya minta mereka cari pekerjaan yang tidak merugikan orang lain,” bilang Hastomo.

Masih menurut Rinaldi, saat diinterogasi oknum wartawan KPK yang sebelumnya berprofesi sebagai buruh bangunan itu, tidak mengetahui tujuan media KPK dan tupoksinya sebagai seorang jurnalis.

“Tidak boleh lagi ancam warga. Saya tidak mau ada laporan lagi mengenai aktivitas yang selama ini sudah jalan. Sebaiknya berhenti sudah. Jadilah orang yang baik untuk keluarga,” ujarnya

Sementara itu, Yeremias Tahu salah satu oknum wartawan KPK menjelaskan? kehadirannya di Polsek Malaka Tengah hanya untuk menyerahkan surat pemberitahuan, terkait keberadaan media KPK dan surat klarifikasi dari lembaganya terkait pemberitaan yang memojokan wartawan media KPK selama ini.

Dikatakan, selama ini dirinya bersama rekannya saat menjalankan tugas di lapangan, tidak merugikan siapa pun. Saat di lokasi sebatas menjalankan tugas investigasi terkait proyek dana desa, apakah sesuai aturan. Sehingga tidak benar ada tudingan warga aktivitas mereka meresahkan warga.

Dia mengaku, saat ini dirinya sebagai Kepala Biro TTU. Namun pengurus wilayah Malaka sedang sakit, sehingga dipercaya atasannya untuk membantu di Malaka.

“Jumlah wartawan KPK untuk TTU sebanyak delapan orang, wilayah Belu tiga orang dan Malaka sebanyak dua orang,” paparnya.

Yeremias melanjutkan, sejak dipercaya Agustus 2017 lalu, belum ada pelatihan atau tatap muka. Mereka hanya diperintahkan untuk melakukan investigasi dan membuat laporan untuk atasannya di Jakarta.

Saat direkrut terang dia, setiap anggota menyerahkan uang Rp 2.500.000 untuk pengadaan atribut pakaian berupa satu kameja, topi, kartu pers dan lambing KPK. (pisto bere)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top