HEADLINE

Ini Tanggapan Bupati Malaka Terkait Penundaan Upacara Hardiknas

Pengibaran Bendera Merah Putih terkait peringatan Hardiknas di Malaka.

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran akhirnya menjawab sejumlah sorotan terkait penundaan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Malaka.
Salah satu sorotan datang dari Forum Mahasiswa Peduli Pendidikan yang merupakan gabungan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia(PMKRI) Betun, Gerakan Mahasiswa Malaka(GEMMA) Kefa dan Persatuan Mahasiswa Malaka (Permala) Betun.

Stefanus Bria Seran

Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran, M.PH kepada wartawan usai upacara Hardiknas Senin (7/5) mengemukakan, momentum Hardiknas tetap 2 Mei. Yang ditunda atau digeser itu acara ceremonialnya saja bukan momentumnya.

Lanjut dia, acara Ceremonial perayaan Hardiknas di Kabupaten Malaka ditunda karena disesuaikan dengan kalender Kerja Pemerintah Daerah (Pemda) Malaka.

“Jadi Momentum Hardiknas tetap 2 Mei. Sedangkan yang ditunda itu acara ceremonial atau perayaan upacaranya bukan momentumnya,” tegasnya.

Ia mencontohkan, perayaan memperingati Hari Keluarga Nasional (HKN) ditingkat Provinsi NTT rayakan di Silawan Kabupaten Belu pada 27 April 2018 yang lalu, sedangkan secara Nasional akan digelar di Manado pada 7 Juli Mendatang. Jadi pergeseran waktu itu soal pengaturan teknis yang berkaitan dengan agenda kerja Pemda di Malaka. “Kita tunda sesuai agenda kerja yang sudah ditentukan, baik di luar daerah maupun di Malaka. Sebagai contoh, hari ini kita terima rombongan Praja IPDN di Malaka, supaya upacaranya tidak digelar dua kali, makanya kita atur sehingga upacaranya dilakukan satu kali bersamaan dengan perayaan Hardiknas,” terangnya.

Hal dilakukan untuk memberikan motivasi kepada para peserta didik di Malaka bahwa hari ini ada penerimaan Praja IPDN di Malaka. (adhi teiseran)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top