HEADLINE

Kades Fatubaa Mengaku Tidak Tahu Soal Harga Pengadaan Sapi Menggunakan Dana Desa

Inilah sapi yang dibagikan kepada warga Desa Fatubaa.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kepala Desa (Kades) Fatubaa, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Emiliana Kofi mengaku tidak mengetahui harga sapi yang dibeli menggunakan Anggaran Dana Desa Tahun 2018. Hal ini disampaikannya kepada awak media ketika dihubungi via telepon selulernya, Kamis (17/5/2018).

“Harga-harga tergantung dari bendahara yang tau to… tanya di dia (Bendahara Desa) atau tanya di yang kasih laporan itu,” ujar Kofi dengan nada meninggi ketika ditanya soal harga sapi yang dibeli dengan denggunakan dana desa Fatubaa.

Dikatakan, dirinya telah membuat pengadaan sapi sesuai dengan standar yang telah ditentukan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Belu. “Saya bukan orang gila yang sembarang kasih turun,” tuturnya.

Kofi mengungkapkan, saat memberikan bantuan tersebut, dirinya sudah membuat dokumentasi bersama penerima bantuan. “Barang semua saya foto. Jangan sampai dia foto di tempat lain… Datang kasih tunjuk di saya punya. Saya punya bukti. Dia kasih tunjuk foto yang mana? Saya akan kasih tunjuk foto yang saya punya itu… dan manusia pun ada berdiri di situ. Tidak perlu tasibuk dengan mereka. Hanya mau cari hal supaya mereka tenar ka?,” bilang dia.

Dirinya menuturkan, orang yang mengkomplain pengadaan bibit sapi betina adalah orang yang tidak menerima bantuan, sedangkan yang menerima tidak mengkomplain masalah tersebut.

“Tanya dia, kau terima? Ha… kau terima? Kau tidak terima to? Yang terima tidak komplain, kau yang tidak terima… komplain,” pungkasnya seraya meminta wartawan menanyakan pertanyaan itu pada Frederikus. “Inikan aneh,” lanjut Kofi.

Ketika ditanyai soal berapa banyak warga yang menerima pun, dengan kesal Kades Kofi meminta wartawan untuk menanyakan kepada Frederikus. “Tanya di dia (Frederikus). Dia kan tahu, jadi tanya di dia,” ketusnya.

Dikatakan penerima bantuan pun berbeda, bukan orang yang sama. “Yakobus sama dengan Maria? …kan tidak,” ujarnya.

Kofi meminta agar masyarakat yang belum memerima bantuan harus bersabar. Pemberian bantuan tidak serta-merta semua masyarakat mendapatkannya sekaligus. “Bantuan yang diberikan ini bertahap. Jadi jangan sakit hati,” ujarnya.

Dikatakan, sebaiknya masyarakat yang belum mendapat harus bersabar dan tidak perlu membuat keributan. Bila tidak, maka si pembuat keributan tidak akan mendapat bantuan.

“Kalau belum dapat ya sabar. Daripada kita tidak dapat dan ribut naik turun, nanti kita tidak akan pernah dapat lagi karena kita sudah cari ribut,” ancamnya.

Kofi juga mengancam akan menuntut nama baiknya, apabila terbukti laporan yang diberikan oleh Frederikus Seran itu tidak sesuai dengan apa yang ada di lapangan. Dirinya mengaku malas bicara. Dia meminta langsung bertemu dengan wartawan di desa.

“Kalau bisa turun desa saja. Saya malas omong. Saya tunggu di desa saja,” tutupnya. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top