EKONOMI

Kantor Bea dan Cukai Atambua Diresmikan

Syarif Hidayat

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Bali, NTB, dan NTT, Syarif Hidayat meresmikan Gedung Kantor Bea dan Cukai Atambua dan Pos Pengawasan Bea dan Cukai Labuan Bajo di Kantor Bea dan Cukai Atambua, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota, Kabupaten Belu, Selasa (8/5/2018 ).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Bali, NTB, dan NTT Syarif Hidayat, Wakil Bupati Belu dan para pimpinan Forkompinda Kabupaten Belu. Selain itu, hadir pula Kepala Kantor Bea Cukai Batugede, Timor Leste.

Keberadaan Bea dan Cukai di Kabupaten Belu telah menoreh sejarah yang panjang. Bea dan Cukai hadir di Kabupaten Belu sejak tahun 1980, tepatnya di Pelabuhan Atapupu. Inilah awal mula berdirinya kantor Bea dan Cukai Di Kabupaten Belu.

Setelah puluhan tahun Berlalu, akhirnya atas beberapa pertimbangan Bea dan Cukai Atambua menyewa sebuah Ruko berlantai Tiga di Kota Atambua. Pada Tahun 2017, Kantor Bea Cukai Atambua mulai dibangun dengan dana 11.4 Miliar Rupiah pada tanah berukuran 30×80 meter di jalan Adi Sucipto, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota, Kabupaten Belu.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, Syarif Hidayat dalam sambutannya pada acara tersebut menuturkan, Nawacita yang ketiga adalah membangun Indonesia dari pinggiran. “Inilah cara kami mendukung program Jokowi dengan membangun dari pinggiran,” ujar Syarif.

Instansi Bea dan Cukai adalah salah satu Organisasi yang memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap keluar masuk barang dari dalam dan luar negeri. Baginya, untuk mengawasi barang yang keluar dan masuk ke dalam negeri, maka butuh kerja sama dari berbagai pihak.

“Bea Cukai tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan dan kerjasama dari semua pihak. Karena itu kami berharap dukungan dan bantuan dari semua pihak,” harapnya.

Syarif mengingatkan kepada para pegawainya agar harus menjunjung tinggi integritas dalam bekerja. Dirinya juga menegaskan agar pegawainya tidak boleh menerima suap dalam bentuk apapun.

“Untuk semua pegawai agar tetap junjung tinggi integritas. Ingat, kita dilarang untuk menerima uang atau dalam bentuk apapun,” pungkasnya. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top