HEADLINE

Kekurangan Guru, Wabup Belu Janjikan 306 Tenaga Kontrak di 2019

Wabup Belu, JT. Ose Luan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Wakil Bupati Belu, J.T. Ose Luan menjanjikan akan mengangkat tenaga kontrak daerah khusus guru di Tahun 2019 nanti. Tujuannya untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik di Kabupaten Belu.

Hal ini disampaikan Ose Luan kepada awak media usai memimpin udara Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Umum Atambua, Perbatasan RI-RDTL, Rabu (2/5/2018).

Kabupaten Belu sebagai Beranda Depan Bangsa Indonesia saat ini mengalami kekurangan tenaga pendidik. Hal ini disebabkan karena setiap tahun, ada guru yang pensiun. Namun, tidak pernah ada kebijakan pengangkatan dari pemerintah pusat. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemda Belu hanya bisa menampung tenaga kontak dan tenaga komite untuk penambahan tenaga pendidik.

“Kalau memang tenaga guru tidak bisa dibuka peluang formasi untuk pengangkatan, maka tidak heran kita kekurangan guru,” ujar Wabup Ose.

Diungkapkan bahwa yang terjadi sekarang di Kabupaten Belu,ada sekolah yang hanya terdapat 1 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu juga kepala sekolah. Selain itu, tenaga komite dan bahkan tidak ada tenaga kontrak daerah.

“Untuk mengatasi kekurangan ini, saya telah berpikir dalam tahun ini atau pun perubahan 2019 harus mengangkat tenaga kontrak dan ada tenaga kontrak khusus guru,” ujar Ose.

Dirinya menambahkan bahwa hal tersebut sudah pernah dibicarakan untuk sekitar 306 orang tenaga kontrak khusus guru yang akan diangkat nantinya.Akan tetapi, untuk merealisasikan solusi tersebut perlu dilihat juga dengan kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ada di kabupaten Belu.

Sebelumnya disampaikan dalam pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) diperoleh pendapat atas pokok-pokok pikiran daripada anggota DPRD Belu yang menyatakan persetujuan untuk mengangkat sekitar 302-306 orang tenaga kontrak khusus guru. Persetujuan itu telah dipertimbangkan untuk mengatasi kesulitan persoalan kekurangan tenaga guru terlebih di daerah pelosok.

Dirinya menjelaskan bahwa hanya dengan cara seperti itu untuk mengatasi persoalan tenaga guru di Belu karena pemda tidak memiliki hak dalam mengangkat seseorang menjadi PNS.

Pemerintah pusat yang akan mengangkat seseorang untuk menjadi PNS dengan berdasarkan kebijakan–kebijakan tertentu atas analisa dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.

“Semoga hal itu bisa terealisasi pada tahun 2019,” harap Wakil Bupati Belu. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top