HEADLINE

Pancasila Merupakan Panduan Filosofis Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Anggota MPR RI, Abraham Paul Liyanto menyerahkan buku kepada peserta sosialisasi.

KUPANG, Kilastimor.com-Anggota DPD dan MPR RI, Abraham Paul Liyanto kembali menggelar sosialisasi empat pilar MPR RI kepada ratusan pengurus dan anggota Ikatan Mahasiswa Pendidikan Kimia (Imaspika) Undana, Jumat (20/4/2017).

Sosialisasi itu sendiri berlangsung di Kantor DPD RI, Provinsi NTT, Jalan Polisi Militer No. 5 Kupang, NTT.

Acara tersebut dibuka oleh Ketua Ikatan Mahasiswa Pendidikan Kimia Undana (Imaspika) Undana Kupang, Alfrend, sekaligus sebagai moderator.

Selanjutnya penyampaian materi Sosialisasi 4 Pilar MPR RI tentang kehidupan berbangsa dan bernegara oleh Ir. Abraham Paul Liyanto yang kemudian dilanjutkan diskusi dengan peserta.

Abraham Paul Liyanto kepada para pengurus dan anggota Imaspika Undana, Kupang mengatakan, Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai panduan filosofis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dikatakan, mengapa perlu diberikan Sosialisasi Pancasila kepada seluruh warga masyarakat Indonesia saat ini, karena merupakan penugasan kepada MPR RI, sebab Reformasi ini, sosialisasi Pancasila sudah tidak diberikan kepada masyarakat.

Akibatnya, terjadi perubahan-perubahan pemikiran dari generasi muda bangsa ini soal ideologi.

Pancasila sebutnya, merupakan rumusan yang sudah ditetapkan pada 18 Agustus 1945. “Ini yang perlu kita ketahui agar tidak keliru dalam memahami Pancasila yang benar. Rumusan Pancasila hasil ketetapan pada 18 Agustus 1945,
berbeda dengan rumusan Pancasila yang tercantum pada Piagam Jakarta.

Mengingat proses perumusan Pancasila itu memiliki sejarah panjang urai dia, maka kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI ini perlu dilakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang kepada seluruh warga bangsa termasuk kepada seluruh generasi muda, agar dapat memahami secara benar tentang Pancasila itu sendiri. Selain pilar Pancasila ada juga pilar UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Dalam sesi dialog, Vivin da Silvasalah satu Mahasiswi Pendidikan Kimia Undana mengusulkan agar pemerintah segera membubarkan semua Ormas radikal dan intoleran di Indonesia, karena tidak sesuai dengan jiwa Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

“Hal ini terlihat dari masih saja terjadi tindakan persekusi dan radikalisme di Jakarta dan di beberapa tempat lainnya. Hal ini bisa mengancam keutuhan negara RI. Karena itu organisasi semacam ini perlu dibubarkan dari negeri ini,” paparnya.

Ayu Nastiti mahasiswi lainnya mengatakan, saat ini masih terjadi ketidakadilan di tengah masyarakat, akibat adanya Korupsi yang merajalela. Bagaimana jalan keluarnya agar kondisi inidapat segera teratasi?

Abraham Paul Liyanto dalam jawabannya menuturkan kemiskinan ternyata masih banyak terlihat di negara Indonesia. Ini
akibat adanya korupsi yang sangat merajalela. Korupsi terjadi karena penerapan sistem pengelolaan negara yang belum sepenuhnya adil. Dia berharap pemerintah terus mengontrol penggunaan uang negara agar tidak bocor.

Terkait ormas radikal dan intoleran, dia sependapat untuk dibubarkan, karena menyalahi ideologi bangsa, yang mengayomi seluruh anak bangsa dari berbagai suku, ras agama dan antar golongan. (*/Ferdy talok)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top