HEADLINE

Yayasan Marluli Diadukan Terkait Ijazah 90 Alumni STKIP Sinar Pancasila Betun

Anselmus Tallo

BETUN, Kilastimor.com-Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang membidangi Pendidikan mendatangi Kampus STKIP Sinar Pancasila Betun.

Kedatangan DPRD Propinsi itu, karena mendapat laporan dari Alumni STKIP Sinar Pancasila yang dikoodinir oleh Maria Berek, terkait hak mereka sebagai alumni yang sudah diwisudakan, tetapi sampai kini belum menerima ijazah.

Anggota Komisi V, Anselmus Tallo kepada pihaknya Sabtu (5/5) mengatakan, pihaknya turun ke Betun, untuk melakukan klarifikasi kepada Yayasan Marluli dan pengelola STKIP, atas laporan dari alumni tersebut.

“Saya dapat surat tugas dari Ketua DPRD Propinsi NTT dalam kaitan dengan nasib dengan 90 alumni STKIP yang diwisudahkan 22 Juni 2017 di Undana kupang. Namun hingga kini belum menerima ijazah,” katanya.

Akan tetapi hal ini ditunda, karena Ketua STIKIP masih di Luar Malaka dan Ketua Yayasan masih berobat di Kupang. Senin (7/5) nanti baru jadwalkan pertemuan tersebut.

Ansel melanjutkan, pihaknua berharap ada jalan keluar yang terbaik yang bisa menyejukan dan memberi ketenangan bagi wisudawan dan pihak Yayasan dan pengelola STKIP. “Karena STKIP juga menjadi modal pendidikan di Malaka, NTT dan Indonesia,” terangnya.

Pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pihak Undana, dan dari pihak Undana menjelaskan persoalanya hanya administrasi keuangan yang belum beres dari Yayasan Marlilu, sehingga ijazah di tahan oleh pihak Undana. Jika diserahkan akan menjadi temuan, karena ini penerimaan dan menjadi kas negara.

Menyikapi hal ini, Ketua STKIP Patrisius Kami, saat dihubungi lewat selulernya menjelaskan, sesungguhnya urusan Mahasiswa MoU merupakan kewenangan pihak Yayasan bukan manejemen STKIP.

“Hanya saja, kami punya kesempatan untuk mencari solusi dengan Yayasan supaya masalah ijazah mahasiswa ini cepat diselesaikan, agar tidak membuat 90 alumni tersebut, terus dalam penantian dan merasa diabaikan hak mereka,” imbuhnya.

Pihaknya ujarnya, tidak akan tinggal diam terkait persoalan ini, dengan terus membangun komunikasi dengan Pimpinan Undana dan yayasan. (pisto bere)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top