HEADLINE

Pemda Harus Libatkan Anak-anak di Forum Musrenbang

Parade anak-anak peserta konferda di Betun.

BETUN, Kilastimor.com-Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT, Dra. Bernadeta M. Usboko, M.Si dalam acara Pembukaan Konfrensi Anak Tingkat Provinsi NTT yang dipusatkan di Betun, Kabupaten Malaka, Rabu (6/6/2018) menegaskan, anak-anak NTT dari 22 Kabupaten/Kota di NTT, harus dilibatkan dalam pelaksanaan proses musrenbang ditingkat desa, kecamatan dan kabupaten, agar bisa mengakomodir kebutuhan dan aspirasi anak yang perlu diintervensi melalui program pemerintah.

Selama dua tahun terakhir urai dia, dalam pelaksanaan musrenbang ditingkat provinsi, pihaknya sudah melibatkan anak-anak. Hal yang sama perlu ditindaklanjuti oleh pemda 22 Kabupaten/Kota di Provinsi NTT.

“Kita semua harus mendorong keterlibatan anak-anak dalam proses pembangunan melalui forum musrenbang, karena mereka lebih mengetahui apa mereka butuhkan,” pintanya.

Anak-anak katanya, merupakan generasi penerus dan aset yang tak ternilai harganya. Karena itu anak-anak patut mendapat perhatian lebih.
Kehadiran generasi ini, harus dipupuk sejak usia dini dari dalam rahim hingga berumur 18 tahun.

“Tugas kita membekali anak-anak agar tumbuh menjadi anak yang berkualitas baik moral dan pengetahuan. Selain itu tugas kita orang tua, pemerintah dan masyarakat menstimulasi anak-anak agar tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang berkualitas, yang dilandasi nilai keimanan dan pengetahuan yang memadai serta berbagai multi kecerdasan. Jika anak-anak memiliki itu, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang berkualitas,” tandasnya.

“Konfrensi anak daerah menjadi hak anak. Terdapat 31 hak anak. Namun ada empat hak anak yang harus diprioritas yakni hak hidup, hak partisipasi, hak tumbuh kembang dan hak Perlindungan,” imbuhnya.

Anak-anak NTT bilang dia, selama ini tidak kalah di tingkat nasional dan mewakili Indonesia di tingkat ASEAN. Hingga saat ini sudah lebih dari 10 anak NTT yang menjadi duta anak Indonesia mengharumkan nama Indonesia ditingkat ASEAN.

“Pelaksanaan kegiatan forum anak ini juga, untuk menjawab tuntutan dan kebutuhan anak dalam perayaan Hari Anak Nasional yang akan digelar di Surabaya 19-23 Juli nanti,” tukasnya.

Konferda anak di Malaka dihadiri 50 anak dari seluruh NTT. Tiap kabupaten mengutus 2 orang ditambah peninjau dari provinsi dan Kabupaten Malaka.
Rekomendasi yang diharapkan dalam konferda kali ini, menyangkut hak anak dan perlindungannya. (pisto bere)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top