HEADLINE

Bersuaralah…Jangan Diam!!!

Ferdinandus Talok

ATAMBUA, Kilastimor.com-Ia tak banyak harta. Mendapatkan salary atau gaji yang besar di gedung DPRD nanti, bukanlah tujuan menjadi anggota DPRD Provinsi NTT. Namun, menyuarakan mereka yang selalu dilupakan, sudah menjadi pilihan hidup pria berkulit sawo matang itu.

Ferdinandus Talok namanya. Sejak kecil, pria yang akrab disapa Ferdy itu hidup di antara masyarakat kecil. Dalam hatinya, ia selalu bertanya, “kapankah kami bisa merasakan sebuah kemerdekaan?”

Ferdy mulai paham ketika ia menimbah ilmu Fakultas Ekonomi Unika Widya Mandira Kupang. Saat itu, dia mulai sadar bahwa “keadilan sosial” hanyalah slogan, karena hanya dirasakan oleh segelintir orang yang memiliki uang dan kekuasaan, tidak sepenuhnya untuk masyarakat kecil.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah pada 2006 lalu, pria berusia 38 tahun ini mencoba menyuarakan mereka yang terlupakan melalui media. Menjadi jurnalis di Harian Timor Exppres adalah salah satu cara dia bisa menyuarakan ketimpangan dan ketidakadilan pembangunan yang dirasakan masyarakat kecil.

Sejalan dengan apa yang pernah dikatakan Tirto Adhi Suryo, “Tidak hanya tuan-tuan yang bersuara di sini, tapi mereka pun patut disuarakan,” tutur salah satu pendiri Media Medan Priyai ketika diinterogasi penjajah Belanda.

Ferdy Talok tumbuh bak macan bagi para penguasa. Ia adalah musuh bagi mereka yang berkuasa. Namun, ia selalu menjadi tumpuan masyarakat kecil yang mengalami penindasan dan ketidakadilan dan hidup serba kesulitan.

Tak ada kata toleransi bagi para penindas. Tulisan-tulisan yang dibuatnya ibarat pedang bermata dua yang menyayat tubuh para penguasa, bila dengan sengaja melakukan ketidakadilan bagi masyarakat kecil.

Seiring berjalannya waktu, Ferdy Talok merasa bahwa tak cukup hanya berteriak. Dia harus menjadi bagian dari kekuasaan itu, agar suara masyarakat dapat terakomodir.

Menjadikan Partai Demokrat sebagai mesinnya, Ferdy Talok pun mendaftar sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi NTT yang siap bersaing di Pemilu 2019 nanti.

Bagi Direktur Utama PT. Kilas Timor Media itu, DPRD mempunyai tiga tugas dan fungsi yakni legislasi atau membuat Perda, fungsi budgedting atau anggaran, dan fungsi pengawasan atau controling. Tiga tugas itu harus dijalankan dengan seksama, sehingga semua aspirasi rakyat bisa terjawab. “Tinggal saja melaksanakan fungsi itu dengan baik bersama pemerintah daerah terutama hal-hal yang merupakan prioritas. Semua bisa terjawab, kalau diseriusi tanpa neko-neko,” paparnya.

“Saya memilih moto perjuangan, ‘Bersuaralah…Jangan Diam!!,” tegas bapak tiga orang anak itu.

Baginya, moto perjuangannya itu memiliki dua makna. Pertama, jadi DPR jangan diam ketika rakyat mengalami kesulitan dan kesusahan.
Banyak masyarakat masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan air, listrik, jalan, jembatan dan juga susah dalam akses bantuan. Karena itu, wakil rakyat harus bersuara,” ujar pria bernomor urut nomor 8 pada Dapil VII NTT tersebut.

Kedua, rakyat atau pemilih juga jangan diam kalau mengalami kesulitan. Dengan demikian, semua akan diketahui para wakil rakyat dan pengambil kebijakan.

Anis Ikun salah satu rekan jurnalis Ferdy Talok menuturkan dirinya sangat mengenal sosok yang satu ini, termasuk ide dan daya kritisnya.

Ferdy Talok menurutnya, tidak tergiur dengan berbagai tawaran yang wahhh, ketika mengkritisi kebijakan yang dijalankan. Dia tidak tanggung-tanggung membongkar pembangunan yang tidak pro rakyat. Hasil investigasinya, berhasil mengungkap sejumlah kasus.

Mantan Ketua Umum Forum Wartawan Daerah (Forward) Belu itu, juga selalu memotivasi kalangan jurnalis untuk tetap independen, obyektif, dan faktual memberitakan kondisi masyarakat.

Karena konsistensinya, bilang Anis, dia dipromosi menjadi redaktur pada harian Timor Express (Timex). Lebih dari itu, dia ditugaskan sebagai wartawan Timex Perwakilan Jakarta selama 2,5 tahun.

“Jadi kami yakin dia bisa mewakili masyarakat tiga kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste di DPRD NTT,” tutupnya.

Julio Bareto, salah seorang warga Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu mengatakan, dirinya cukup mengenal Ferdy Talok. Bagi Julio Bareto, sosok muda yang sangat idealis itu, sering bersuara lantang memperjuangkan ketimpangan pembangunan yang dialami masyarakat kecil melalui media.

“Akankah Ferdy Talok yang dikenal sering bersuara lantang, akan tetap seperti sedia kala ketika sudah duduk di kursi DPRD Provinsi NTT? Saya sendiri yakin. Semua juga bertahan bila ada doa masyarakat,” pungkasnya. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top