HEADLINE

Menteri PPPA Buka Jambore PAR GMIT di Kupang

Menteri PPPA menerima plakat dari Ketua Sinode GMIT.

KUPANG, Kilastimor.com-Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) kembali menggelar Jambore Pelayan Anak dan Remaja ( PAR) yang kelima pada tahun ini di Kota Kupang (3-8/7/2018).

Upacara pembukaan Jambore PAR yang dihadiri langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA ) Republik Indonesia, Yohana Yambise.

Jambore diawali dengan Parade kontingen dan ibadah pembuka yang dipimpin oleh Pdt. Yandi Manobe sekitar pukul 11.00 di depan gereja Alfa Omega Labat, Klasis Kota Kupang, Rabu (4/7).

Kegiatan jambore PAR yang berlangsung selama 4 hari tersebut, melibatkan ribuan peserta anak dan pendamping yang berasal dari 57 jemaat di NTT termasuk Jemaat dari Batam dan Bima.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise dalam sambutannya memberi apresiasi kepada 2000 peserta dan Pengurus PAR Sinode GMIT sebagai penyelenggara. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan implementasi dari upaya pemenuhan hak anak atas pemanfaatan waktu luang, kreatifitas dan budaya.

“Anak-anak Indonesia harus diberi kesempatan dan ruang seluas-luasnya untuk berpartisipasi sebagai upaya mengembangkan diri dan menggali potensi yang ada pada dirinya. Menjadi tanggung jawab pemerintah, lembaga dan masyarakat untuk memfasilitasi itu. Adanya kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat Kota Kupang untuk menjadi Kota Layak Anak,” ujarnya.

Saat ini, menurut Yohana, waktu efektif anak untuk belajar, bermain dan kehidupan sosialnya banyak teralihkan oleh gadget. Hal tersebut dikhawatirkan memicu anak menjadi egois, tidak peka terhadap lingkungan dan terpapar informasi tidak layak.

Oleh sebab itu, Menteri yang akrab disapa Mama-Yo ini pun mengajak anak-anak di Kupang mengembangkan aktifitas lainnya yang dapat memacu kreatifitas. Ia juga mendorong lembaga keagamaan mampu mengusung kegiatan yang berperan dalam membantu anak mengembangkan potensi, berorganisasi dan perilaku positif.

“Dukung anak untuk berkompetisi secara jujur dan sehat. Semoga dengan adanya pelaksanaan kegiatan Jambore V PAR GMIT Tahun 2018 ini yang secara reguler dilakukan, menjadi peneguhan kembali komitmen bagi peningkatan pemenuhan hak dan perlindungan anak Indonesia demi kepentingan terbaik anak,” tambah Yohana.

Diinformasikan sepanjang 2 dekade ini format dan isi kegiatan jambore PAR relatif tidak berubah yaitu Lomba dramatisasi, Cerdas-Cermat Alkitab (CCA), tekle, lintas alam, baca puisi, buka cepat alkitab, menyanyi, yel-yel, dan sejumlah kegiatan lainnya.
(dinho mali)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top