HEADLINE

NYD II, Wawali Kupang Lepas 700 Peserta Parade Budaya

Uskup Agung Kupang, Wawali dan tokoh agama serta peserta NYD melepas burung merpati.

KUPANG, Kilastimor.com-Nusra Youth Day (NYD) II yang adalah kegiatan Orang Muda Katolik (OMK) se-regio Nusa Tenggara dan Bali telah memasuki hari ketiga.

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, rangkaian kegiatan pada hari pertama dan hari kedua adalah peserta live in atau tinggal  bersama di rumah  umat di paroki-paroki sekitaran wilayah Keuskupan Agung Kupang .

Pada hari ketiga Selasa (3/7/2018)  peserta  yang tinggal di beberapa paroki di sekitaran Keuskupan Agung Kupang ini berkumpul di gereja St. Maria Assumpta guna mengikuti perayaan ekaristi bersama yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang, Pr di Gereja St. Maria Assumpta Kupang dan dilanjutkan dengan parade budaya.

Parade budaya tersebut berlangsung sekitar pukul 16.00 dengan mengambil titik star dari halaman gereja St. Maria Assumpta Kupang hingga alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT di jalan El Tari Kupang.

Kegiatan parade dimaksud dilepas langsung oleh wakil Wali Kota Kupang dr. Herman Man, Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang, Wakil Ketua Komis IV DPRD Kota Kupang, Theodara Ewalde Taek,S.Pd beberapa Pastor dan suster yang ditandai dengan pelepasan burung merpati secara bersama-sama.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man yang ditemui media ini usai melepas peserta parade mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada panitia NYD yang telah memilih Keuskupan Agung Kupang Menjadi tuan rumah NYD II dengan tema “suka cita dalam keberagaman”

Terkait tema yang ada, dr Herman berpendapat bahwa tema ini sangat cocok  untuk bangsa ini.

Sedangkan untuk NTT, menurut dr. Herman selain keberagaman keyakinan juga keberagaman budaya yang khas, maka parade budaya ini sangat berarti dan bernilai.

“Jika dilihat dari segi agama kita tidak beragam tetapi dilihat dari budaya kita sangat beragam sehingga parade budaya ini sangat bermanfaat dan bernilai,” ungkapnya.

Terlihat indah, setiap peserta parade menggunakan pakaian adat kekhasanan daerahnya masing-masing sehingga bagi dr. Herman, warna-warni pakaian adat dari setiap  peserta yang ada tentu memberikan keindahan tersendiri yang terbalut dalam kekompokan sehingga  parade Ini tentu memberikan warna dan keindahan tersendiri.

dr. Herman berharap kaum muda bisa belajar bersama dari momen ini.
“Dari sini mereka diharapkan bisa belajar mengenal orang lain, belajar dari pengalaman orang lain, belajar dari budaya orang lain, juga belajar menjadi dewasa sebab menjadi tua itu suatu kepastian namun menjadi dewasa itu pilihan,” harapnya.

Pendewasaan yang dimaksud, lanjut Wawali, generasi muda mampu mendewasakan diri dalam segi umur juga perlu mendesawakan dalam segi iman sebab masa depan gereja dan bangsa ada di tangan generasi muda. (dinho mali)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top