HEADLINE

FLSN di Belu jadi Panggung Bagi Siswa SMP Unjuk Kebolehan

Pembukaan FLSN tingkat Kabupaten Belu.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dinas Pendidikan Kabupaten Belu melaksanakan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLSN) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), pada Rabu (12/09/2018).
Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi sekolah-sekolah agar berperan aktif memfasilitasi siswa dan guru pembina dalam pelestarian seni dan budaya.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membina dan meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap nilai nilai seni dan budaya dalam upaya peregenarasian pencita seni dan budaya yang berakar pada budaya bangsa, mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang seni dan budaya, serta mengembangkan sikap kompetitif dalam diri siswa yang bewawasan global.

Pada FLSN itu, ada beberapa kegiatan yang diperlombakan diantaranya lomba bernyanyi solo, menari, gitar solo, melukis, cipta puisi, membaca puisi, dan berpidato dalam bahasa Inggris. Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari yang dimulai dari tanggal 12-13 September 2018. Sumber Dana kegiatan ini berasal dari DPA-SKPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu Tahun 2018 dan diikuti pelajar SMP di Kabupaten Belu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Marsianus Loe yang ditemui awak media berharap agar kegiatan pengembangan di bidang akademik dan non akademik bisa ada keseimbangan. Hal ini dimaksudkan supaya anak-anak tidak sekedar cerdas karena setiap orang lahir dengan bakat, potensi dan minat yang berbeda-beda dan bisa dikembangkan sehingga dapat mengelola hidup kedepan.

“Mungkin ada anak-anak yang bisa menciptakan lagu, bernyanyi, melukis, menciptakan atau membaca syair, pemusik dan lain sebagainya. Karena itu, mereka harus diberikan wadah atau panggung untuk menuangkan kelebihannya”, ujar Kadis Marsianus.

Kegiatan ini juga merupakan hal positif untuk memperkuat karakter anak-anak agar suatu saat anak-anak dapat mengelola dan menata hidup untuk masa depan mereka. Karena itu, pemerintah harus menciptakan panggung untuk anak-anak agar minat, potensi, dan talenta dapat dikembangkan sehingga anak-anak tidak perlu mencari panggung masing-masing untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Pemerintah kabupaten Belu sendiri sudah berpikir untuk membentuk komunitas seni. Sehingga jika ada kegiatan seperti ini, komunitas itu yang bergerak. “Hal-hal yang dipandang perlu dan untuk mengembangkan potensi anak-anak”, tutur Marsianus.

Disamping itu, pada kegiatan yang sama di tahun yang lalu, dimana banyak peserta beranjak meninggalkan tempat kegiatan saat pengumuman kejuaraan perlombaan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Belu ini mengatakan bahwa hal tersebut merupakan suatu sisi yang perlu dievaluasi secara bersama sehingga diharapkan untuk tidak terjadi lagi.

Menurutnya, ketika kita berlomba kita harus bisa mengelola kecerdasan emosional. Kita harus bersikap toleran dan sportifitas karena ketika adanya kedua sikap tersebut maka dengan sendirinya menunjukkan kecerdasan emosional kita.

“Saya mengingatkan agar kita harus sportif terhadap hasil yang kita raih. Kita lakukan kegiatan ini bukan untuk siapa yang menang, tapi dimana kita ciptakan wadah untuk mengembangkan potensi yang tercecer dan kita biarkan”, ujar Marsianus. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top