EKONOMI

Gubernur Panen Benih Jagung Lamuru di Lorotolus. “BPTP Nanti Tolong Bantu NTT”

Gubernur dan Bupati Malaka panen perdana jagung lamuru.

BETUN, Kilastimor.com-Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, SH, MM, bersama Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH melakukan panen jagung varietas lamuru untuk benih, di lokasi kegiatan Dukungan Inovasi Pertanian Wilayah Perbatasan (DIP-WP) BPTP NTT di Desa Lorotolus, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Sabtu (15/9).

Gubernur Victor Laiskodat menyampaikan apresiasi kepada BPTP NTT yang telah membantu petani penangkar baru.
“Nanti BPTP bantu pemerintah NTT untuk memperluas kegiatan seperti ini di seluruh wilayah NTT, sehingga ketergantungan kita pada benih dari luar dapat dihilangkan,” ungkap gubernur.

Bupati Malaka, dr Stefanus Bria Seran, MPH juga menyampaikan terimakasih atas dukungan Badan Litbang Pertanian melalui BPTP untuk semua program pertanian yaitu Revolusi Pertanian Malaka.

“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Malaka dan masyarakat Malaka menyampaikan terimakasih kepada Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian untuk semua dukungannya kepada program kami. Terimakasih karena melalui kegiatan ini 1000 ha lahan yang mau ditanami jagung musim tanam nanti benihnya berasal dari petani desa Lorotholus ini” ungkap Bupati SBS, demikian sapaannya.

Ketua kelompok tani Lorosae dan Ketua Kelompok Tani Wefrasuk, Desa Lorotolus juga menyampaikan terima kasih dan tetap mau menjadi penangkar asal didukung oleh pemasaran yang baik, dan BPTP harus tetap membimbing.

“Kami baru belajar jadi petani penangkar jagung, jadi BPTP masih kami butuhkan untuk mendampingi kami” ungkap Karolus sebagai Ketua Kelompok Wefrasuk.

Kepala BPTP NTT, Dr. Syamsuddin ketika dihubungi menyampaikan apresiasi kepada Pemda NTT dan Malaka atas dukungannya dan bagi petani yang telah terlibat dalam kegiatan ini.

“Ada beberapa kegiatan wilayah perbatasan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui penyediaan benih bagi petani yang dikerjakan sendiri oleh petani setempat. Dengan demikian ketersediaan benih dan nilai ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat perbatasan,” tutup Syamsuddin. (edy sumantri)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top