HEADLINE

Gubernur: Program RPM Perlu Diadopsi Pemkab dan Pemkot di NTT

Victor Bungtilu Laiskodat

BETUN, Kilastimor.com-Program Revolusi Pertanian (RPM) Kabupaten Malaka jadi model pembangunan pertanian di Provinsi NTT. Pasalnya, program RPM langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar rakyat dan sangat cocok dengan potensi alam di Provinsi NTT. Penegasan itu disampaikan Gubernur NTT, Vicktor Bungtilu Laiskodat kepada wartawan disela kunker di Haitimuk-Kabupaten Malaka, Jumat (14/9/2018).

Dikatakannya, program RPM yang diprakarsai Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran merupakan program yang cerdas dan sangat bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat dibidang pangan.

“Kalau dilihat dari konsep dan implementasinya sangat bagus sehingga patut didukung berbagai elemen masyarakat,” bilangnya.

Dikatakan, ini program yang sangat hebat karena justru seorang bupati atau kepala daerah mau kerja kebun untuk rakyatnya.
“Kalau seorang kepala daerah mengunjungi kebun rakyat itu hal yang biasa dan sering kita lihat dan dengar. Tetapi seorang kepala daerah yang kerja kebun untuk rakyatnya baru kali ini kita dengar dan lihat di Kabupaten Malaka yang dimotori Bupati SBS,” paparnya.

Sebagai Gubernur, dirinya meminta agar Program RPM yang digelar di Kabupaten Malaka bisa dijadikan model pembangunan pertanian bagi Kabupaten/Kota yang memiliki potensi dibidang pertanian.
“Hal baik seperti Program RPM perlu diadopsi guna percepatan pembangunan pertanian di NTT,” tambahnya.

Ketika ditanya terkait pemasaran hasil pertanian masyarakat, gubernur Laiskodat mengatakan Pemprov NTT tetap bersinergi dengan Kabupaten/Kota untuk memasarkan hasil pertanian masyarakat.

“Tadi Bupati Malaka melaporkan tentang hasil panenan bawang merah yang melimpah di Malaka dan kita tetap bersinergi untuk memasarkan hasil produksi dimaksud. Kita harus tata Bumdes untuk menampung dan memasarkan hasil pertanian masyarakat,” ucap mantan anggota DPR RI itu. (edy sumantri)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top