HEADLINE

Ketiadaan Anjab dan ABK Picu Keterlambatan Pengajuan Formasi CPNS Belu

JT. Ose Luan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Tidak adaya formasi CPNS di Kabupaten Belu bukan merupakan kesalahan dari oknum tertentu, tapi merupakan kesalahan bersama Pemda Belu. Hal ini diakui oleh Wakil Bupati Belu, J.T. Ose Luan ketika di wawancarai awak media di Gedung DPRD Kabupaten Belu, Kamis (13/9/2018).

Dikatakan, sudah bukan saatnya lagi untuk mengkambinnghitamkan oknum tertentu karena tidak adanya formasi CPNS di Kabupaten Belu. Tidak adanya formasi disebabkan oleh terjadinya miskomunikasi antara pucuk pimpinan dan dinas terkait, dalam hal ini BKPP.

“Ini sebenarnya ada komunikasi yang putus antara pucuk pimpinan dan dinas yang mengelolanya,” pinta Ose Luan.

Kendati demikian, kondisi ini tidak membuat mantan Sekda Belu tersebut mencari pembenaran bagi dirinya.
“Tidak benar bahwa dalam kondisi ini kita mencari kambing hitam,” ujarnya.

Menurut penilaiannya, ada informasi yang tidak sampai pada pucuk pimpinan, dalam hal ini, Bupati, Wakil Bupati, Sekda, termasuk kepala BKPP. Selain ada miskomunikasi, Ose Luan mengaku Pemkab Belu terlambat mengajukan formasi ke pemerintah pusat.

Surat pengisian Formasi CPNS sudah dibedarkan sejak tanggal 13 Desember 2017 hingga akhir Januari 2018 di Web Kemenpan. Pemkab Belu baru mengetahui hal tersebut pada akhir Januari 2018. Hal ini dikarenakan tidak adanya surat resmi yang diberikan oleh Kemenpan RB kepada para pimpinan daerah.

“Surat-surat itu katanya sudah beredar sejak Desember. Tapi, itu pun katanya. Deadline-nya tanggal 31 Januari,” ujarnya.

Keterlambatan ini disebabkan banyak fator. Salah satunya, belum selesainya Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisa Beban Kerja (ABK) yang dilakukan oleh Bagian Orgaisasi Setda Belu. Padahal, Anjab ini menjadi salah satu syarat utama pengajan formasi CPNS.

Selain itu, kurang pekanya pucuk pimpinan dalam merespek formasi CPNS yang sudah diberitakan beberapa media massa pada bulan Desember 2017 hingga Januari 2018.

Diceritakan, pada tanggal 30 Januari 2018, sekitar pukul 11 malam, Ose Luan diminta untuk menandatangani sebuah surat permohonan maaf karena belum mengajukan formasi. Namun, surat itu ditandatangani tanpa dicermati lebih lanjut. Keesokan harinya baru dirinya mendapat penjelasan dari salah seorang staf BKPP.

Diakui, surat tersebut sebenarnya sudah di-download oleh Kabid Pengembangan, tapi tidak dilanjutkan ke Sekda Belu. “Kabid Pengembangan mengira akan ada surat resmi dari Kementerian kepada pimpinan daerah, makanya dia tidak melanjutkan surat tersebut”. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top