HEADLINE

Kilas Sejarah RRI dalam Mempertahankan Merah Putih

Penyulutan Obor Tri Prasetia RRI.

ATAMBUA, Kilastimor.com-“Dari Sini Indonesia Masih Ada dan Terus Ada”. Begitulah tema hari jadi Radio Republik Indonesia (RRI) ke-73.

Direktur Utama RRI, M. Rohanudin menuturkan bahwa tema ini tidak bermaksud meledakan hal-hal yang bombastis. Namun tema ini hanya ingin menyampaikan pesan bahwa ada sejarah yang tercecer, yang lepas dari nurani dan ingatan Indonesia.

Tema ini ditarik dari sejarah perjuangan Radio Rimba Raya Benar Meriah, 350 Km dari pusat Kota Aceh. bahwa pada agresi kedua, Belanda membombardir alat-alat komunikasi di semua tempat di Indonesia. Hancur, gelap di tengah siasat rakyat yang penuh dengan rahasia.

Di pegunungan Benar Meriah, bom tidak meledak. Maka selamatlah pemancar 1KW dari terjangan bom-bom jahat Belanda.

Saat itu, Belanda menebar bau busuk, Belanda menebar kebencian, Belanda menebar fitnah bahwa Indonesia telah tiada, Indonesia telah pudar.

Dari kantong persembunyian Radio Rimba Raya dengan antena kawat tembaga yang diikat seadanya di batang-batng pohon, di tengah rimbunan kebun kopi gayo, terus menerus mereka meneriakan bahwa “Indonesia Masih Ada, Republik Masih Ada, Indonesia Masih Ada”.

Kabar Radio Rimba Raya itu telah mendesak para pimpinan di Dunia untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi yang akhirnya dikenal dengan Koonfrensi Meja Bundar di Denhag, Belanda pada tahun 1949. Di forum itu, akhirnya pada tahun 1949, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Saat itu juga PBB mengeluarkan resolusi yang mana mengecam tentara militer Belanda.

Hal ini menunjukan peran Radio saat itu menjad irisan penting yang terhormat, menjadi irisan Indonesia dan irisan untuk bangkit menjadi Indonesia yang jaya.

Terjawablah sudah, mengapa setiap hari jadi RRI, RRI itu tidak memilih hingar-bingar yang berlebihan. Atas prestasi dan reputasinya, karena hati, kepala merunduk hening dan hikmat yang teramat dalam dan tak terbatas”, ujar M. Rohanudin.

Yusuf Rodoripuro adalah penyiar RRI yang membacakan naskah Proklamasi. betubi-tubi disiarkan, disampaikan dalam beberapa bahasa. Atas keberaniannya itu, Yusuf Rodoripuro disiksa oleh tentara Jepang berkali-kali dan tetap tak berkhianat untuk Merah-Putih.

Jepang melaksanakan siksaan itu persis di bawah ting bendera yang berada di depan kantor RRI. karena itulah, tiang bendera yang berada di depan kantor RRI tersebut tidak dipindahkan.

Beliau disiksa karena dipaksa untuk menurunkan bendera Merah-Putih. Dari mulutnya keuarlah suara dengan gagah berani, “Kalau bendera Merah-Putih harus turun, lebih baik saya mati menjadi bangkai!” Sejarah itulah, Ibu Sut menciptakan lagu “Berkibarlah Benderaku”.

Ada sebuah pertanyaan besar, apakah RRI berbicara soal-soal kebangsaan, bicara soal-soal kebhinekaan, bahkan terus-menerus melantunkan karifan lokal, terus RRI tidak populer bagi anak-anak muda? ternyata tidak ada bukti kuat bahwa konten-konten itu dapat meruntuhkan popularitas, citra, dan reputasi RRI.

Index Survey Strategy dan Asemilson telah merilis hasil risetnya bhwa RRI memiliki pendengar terbesar di Indonesia. Pendengar radio di Indonesia ada kurang lebih tujuh juta orang dan 45 juta lainnya adalah pendengar RRI.

Pada Piala Dnia 2018, RRI dipercaya FIFA sebagai pemegang hak siar seluruh pertandingan. bola adalah pemersatu rakyat dan bangsa-bangsa di Dunia. RRI merebut momentum Piala Dunia untuk mepsatukan kita di tengah frakmentasi politik yang jatuh bangun di negeri ini. Maka, RRI harus meneguhkan pendiriannya sebagai peneduh bangsa dan penyejuk rasa.

Di hari jadi yang ke-73, M. Rohanudin menutup pidatonya dengan sebuah puisi pendek.

Kita tidak kembali, Biarkan yang lalu adalah sejarah yang pernah menjadi matahari bagi semua orang.

kami adalah cita-cita, berada di punggung kuda jantan, kemudian menarik pedati melesat menuju langit ketujuh,
Memberi senyum di antara ribuan orang yang mencari hari-hari baru yang menjanjikan

Paulus layan Direktur RRI Atambua di Kantoor RRI Atambua menuturkan bahwa tema ini menjadi pesan moral bagi angkasawan-angkasawati RRI dalam penyebarluaan informasi keada masyarakat di perbatasan. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top