EKONOMI

Pemda Malaka Siapkan Alat Panen Jagung dan Padi

Inilah mesin panen jagung yang dioperasikan Distan Malaka.

BETUN, Kilastimor.com-Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Malaka bersama sejumlah petani memanen jagung pada Demplot Atokama, seluas 1,4 hektare, Selasa (25/9).
Jenis jagung yang dipanen adalah Bisi 2 Label Biru dengan menggunakan sistem tanam Double Track dan hasil ubinannya sebanyak 5,6 ton per hektare.
Panen perdana ini juga menggunakan Mesin Panen Jagung.

Antonius Seran Nahak, salah seorang tenaga penyuluh ketika ditemui di sela-sela panen perdana mengatakan pada Musim Tmtanam 2 para penyuluh bersepakat untuk menggarap lahan dan membuat demplot di lahan yang sudah disurvei.

“Hasilnya seperti yang disaksikan pada hari ini, yakni kita panen perdana dengan hasil yang sangat memuaskan. Jagungnya sangat berisi dan padat,” terangnya.

Dirinya mengemukakan, dengan adanya Program Revolusi Pertanian Malaka yang digalakkan Bupati Stefanus Bria Seran, petani sangat antusias untuk menggarap lahan untuk ditanami.

“Balik lahan secara gratis oleh pemerintah ditambah lagi benih dan obat-obatan merupakan langkah yang sangat tepat bagi masyarakat untuk semakin giat bekerja dan memanfaatkan hasil pertaniannya. Salah satu hasilnya telah kami nikmati seperti hari ini,” ujarnya bersemangat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak saat dimintai komentarnya pada kegiatan tersebut mengemukakan sekitar 62 ribu hektare lahan di Malaka memang sangat potensial untuk ditanami jagung.

“Lahan baku yang ada sekitar 32 ribu hektare yang setiap tahun diolah dan pada tahun 2018 sudah ditanami seluas 28 ribu hektare sesuai data yang kami rekap dan dapatkan,” ujar Yustinus.

Dirinya melanjutkan, semua yang dilakukan ini berkat Revolusi Pertanian Malaka yang dicetuskan Bupati Stefanus Bria Seran. Program ini telah menunjukkan bukti kepada masyarakat dengan hasil panenan yang meningkat dari tahun ke tahun.

Terkait keberadaan mesin potong padi dan jagung untuk memperlancar kegiatan panen hasil, Yustinus Nahak menjelaskan bantuan mesin itu hasil perjuangan Bupati Malaka saat bertemu dengan Menteri Pertanian RI.

“Selain traktor, beberapa mesin potong padi dan jagung ini juga bantuan dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Malaka untuk membantu masyarakat. Dan ketika musim panen seperti ini, mesin pemotong tersebut bisa datang ke lokasi untuk panen,” jelasnya lagi.

Seperti disaksikan di lapangan, mesin panen yang dikemudikan salah seorang petugas itu, melaksanakan kegiatan panen hanya dalam 1 jam untuk lahan seluas 1 hektare. Sementara menurut informasi, biasanya jika dilakukan secara manual selama 3 hari baru dipanen seluas 1 ha itupun dengan tenaga manusia sebanyak 20 orang.(edy sumantri)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top