HEADLINE

Wali Kota: Lurah Ujung Tombak Keberhasilan Pemkot Kupang

Wali Kota Kupang pose bersama peserta Bimtek.

KUPANG, Kilastimor.com-Pemerintah Kota Kupang menyelenggarakan Bimtek pengisian profil kelurahan pada aplikasi prodeksel bagi aparatur kecamatan dan kelurahan se-Kota Kupang, Rabu (26/9/18) di aula Hotel Maya Kupang.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam sambutannya mengatakan, lurah dan staf akan menjadi ujung tombak keberhasilan Pemerintahan Kota Kupang. Dan kinerja seorang lurah harus ditunjang dengan data yang valid seperti kondisi jalan dan lampu serta hal-hal lainnya.
Hal yang sangat penting adalah semua aparatur kelurahan harus bekerjasama agar bisa mendata semua keadaan dan kondisi riil yang ada dikelurahan tersebut.

Jefri juga mengemukakan, dalam pembahasan anggaran di DPRD ada Rp 70 miliar untuk pengadaan 7.000 mata lampu tetapi masih menunggu data yang riil. “Akan ada 4.649 mata lampu dan lampu hias dengan plaining agar kota kupang bisa terang benderang dan warna-warni. Akan ada juga 1.000 lampu taman karena ada 21 titik yang masih gelap, jika DPRD tidak menyetujui maka kota ini tidak bisa dirubah,” ungkapnya.

Profil kelurahan sangat penting agar bisa mendapat DAK Rp 170 miliar. Jefri menyampaikan DAK Kota Kupang untuk tahun 2018 lebih tinggi untuk seluruh Indonesia. Maka dana inilah yang diperuntukan untuk pembangunan infrastruktur tegas Jefri.

Jefri juga menyampaikan, ada kelurahan yang belum maju atau belum setara dengan kelurahan lain seperti Kelurahan Fatukoa. Maka harus semua bekerja keras agar bisa ada anggaran untuk kelurahan belum maju seperti anggaran untuk desa Rp 1 miliar.

Menutup sambutannya, Jefri menyampaikan bahwa ada 205 lampu solar yang disumbang oleh Fary Francis untuk 51 kelurahan.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan Setda Kota Kupang, Yanuwar Dally dalam laporannya menyampaikan bimtek ini dilaksanakan guna untuk meng-update profil Kelurahan dan kecamatan se-Kota Kupang.
Hal-hal yang menjadi potensi SDA dan SDM serta kondisi dan potensi lainnya disetiap kelurahan dan kecamatan bisa dihimpun.

“Semua plus minusnya yang akan dihimpun kedalam sebuah aplikasi yang diberi nama Prodeksel,” bilang dia.

Menurut Dally kegiatan yang dilakukan setahun sekali ini sangat bermanfaat kedepannya, untuk perencanaan pembangunan disetiap kelurahan dan kecamatan.
Dally juga menyampaikan akan memberikan pemahaman kepada peserta secara detail agar bisa mengembamgkan di setiap kelurahan dan kecamatan. (sani asa)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top