HEADLINE

Gubernur: Perarakan Besar Malaka Aset Wisata Rohani Malaka

Perarakan Besar Malaka 2018. Terlihat umat berjubel mengantar Bunda Maria Nain Feto Malaka.

BETUN, Kilastimor.com-Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat mendukung perarakan Patung Bunda Maria Nai Feto Malaka menjadi aset wisata religi di NTT.

Perarakan Patung Bunda Maria Nai Feto Malaka yang sudah dilakukan sejak puluhan tahun ini, memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri, sehingga harus dijaga dan dilesterikan menjadi aset wisata religi di Malaka dan NTT.

Gubernur NTT menyampaikan hal itu dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Setda NTT, Mikael Fernandes.

Menurut Victor, jauh sebelum menjadi gubernur, ia sudah mendengar informasi tentang perarakan patung Bunda Maria di Dekenat Malaka. Perarakan patung ini memiliki ciri khas diantaranya perarakanan dilakukan dua tahun sekali pada tahun genap.

Patung diarak dari paroki ke paroki. Patung ditahtakan di tengah kampung dan umat secara bergilir berdoa di hadapan patung dengan penuh khitmat. Umat juga menyambut dengan gembira dan penuh suka cita lewat tarian.

Tradisi ini memiliki makna dan nilai bagi masyarakat sehingga perarakan tersebut masih dilakukan sampai dengan tahun 2018. Pemerintah perlu mendukung seraya mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan tradisi rohani tersebut.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi dalam sambutan mengatakan, umat katolik se-Kabupaten Malaka mesti mengikuti teladan Bunda Maria. Tindakan “Maria mengunjungi Elisabeth Saudaranya” harus menjadi contoh buat umat. Umat harus saling mengunjungi saudaranya.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Malaka terus membenahi seluruh aspek yang berkaitan dengan perarakan patung Bunda Maria seperti gua yang menjadi tempat pentahtaan patung.

Sejak tahun 2016, Pemerintah mengurus infrastruktur jalan masuk menuju gua dan tahun 2018 penataan dalam lokasi gua sehingga kondisinya lebih bagus. Tahun 2020, Bupati Stef berjanji akan menata lagi gua Lourdes dengan membangun kapela. (edy sumantri)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top