HEADLINE

Ini Penjelasan Kapolres Belu Terkait Remaja yang Ditembak Polisi

AKBP Christian Tobing

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kapolres Belu, AKBP, Christian Tobing akhirnya angkat bicara terkait dugaan Oknum Polisi Berinisial OT menembak dua remaja di Belu, saat mengikuti resepsi pernikahan di Lolowa, RT 032, RW 006, Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan pada Sabtu (20/10/2018), sekitar pukul 04.00 dini hari.

Kapolres Tobing yang ditemui awak media di kantor Unit Reskrim Polres Belu pada Minggu (21/10/2018) membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, tembakan yang mengenai kedua warga sipil tersebut sebenarnya peluru nyasar dari tembakan peringatan yang dilakukan oknum anggotanya.

Setelah mengumpulkan berbagai informasi dari masyarakat, Kapolres Tobing menjelaskan, awalnya oknum polisi melakukan tembakan peringatan untuk meredam keributan yang tidak terkendali di tempat pesta.

Dikatakan, saat pergi ke pesta, OT tidak membawa senjata. Namun, ketika terjadi keributan, tuan pesta meminta bantuan pada OT untuk menenangkan keributan tersebut. Karena melihat keributan yang sudah tidak bisa terkendali, maka, OT pulang mengambil senjata di rumah yang tak jauh dari lokasi pesta.

Ketika OT kembali ke lokasi pesta, keributan makin menjadi. Massa yang ribut sempat melakukan aksi saling lempar di luar lokasi pesta. Karena itu, OT melakukan dua kali tembakan peringatan ke atas dan dua kali tembakan ke bawah. Rupanya, dua tembakan ke bawah yang mengarah ke aspal mengenai kaki dua remaja berinisial IM (23) dan JB (16).

Peluru nyasar tersebut mengenai IM di kaki kiri persis di bawah lutut dan JB di paha kaki bagian kanan. Akibatnya, kedua remaja tersebut dilarikan ke RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua.

“Karena kelalaian anggota kami (Polres Belu), maka kmi akan menanggung semua biaya perawatan di rumah sakit. Saat ini, kedua korban sudah dioperasi dan di rawat di ruang VIP RSUD Atambua”, ujar Kapolres Tobing.

Diakui, memang sempat ada selisih pendapat di dalam tenda antara OT dan Yanto sampai beradu mulut. namun sesungguhnya, OT dan Yanto tidak memiliki masalah sebelumnya.

“Saya sudah tanya ke Yanto, dia bilang mereka tidak ada masallah sebelumnya. Makanya, masalah ini sebenarnya terjadi hanya karena pengaruh Miras”, jelaas Tobing.

Sebelumnya, diberitakan oleh media ini, diduga karena pengaruh meminum Minuman Keras (Miras) secara berlebihan, seorang oknum Anggota Polisi Polres Belu berinisial OT menembak dua orang remaja IM (23) dan JB (16) pada, Sabtu (20/10/2018) sekitar pukul 04.00 dini hari. Akibat tembakan tersebut, kedua remaja itu mendapat perawatan yang intensif di RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua. (richi anyan)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top