HEADLINE

Mgr. Paulinus Olla MSF: Tak Terbayangkan jadi Uskup

Bupati Malaka, Bupati TTU dan Sekda Malaka pose bersama Uskup Tanjung Selor, Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF.

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Uskup Tanjung Selor, Kalimantan, Mgr. Paulinus Yan Olla MSF merayakan syukuran tahbisan Uskup di Eban, Kecamatan Miomafo Barat, Selasa (2/10).
Perayaan itu bersamaan dengan 25 tahun hidup membiara Suster Maria Beatrix, PRR.

Uskup Paulinus mengatakan apa yang dialaminya saat ini merupakan karya Tuhan yang paling besar dan terindah dalam hidupnya. Melalui Misteri Keselamatan Allah yang dikaruaniakan, akhirnya dirinya menjadi seperti sekarang ini.

“Saya akui bahwa semua ini terjadi atas karya Tuhan yang tak terhingga kepada diri, saya hingga bisa merayakan syukuran tahbisan Uskup Tanjung Selor,” ungkap mantan Superior General MSF itu.

Dirinya lantas berkisah, menjadi Uskup itu tak pernah terbayangkan. Dirinya bahkan tak percaya jika dia harus mengemban tugas penggembalaan ini.

“Sehari sebelum Rabu Abu yakni pada tanggal 13 Februari 2018, saya dipanggil Duta Besar Vatikan ke Kedutaan tanpa memberitahukan maksud dipanggil itu. Setelah bertemu Nuncius, kami makan siang bersama dan diberitahukan jikalau Paus Fransiskus telah menunjuk dirinya menjadi Uskup. Lantas kami berdua menuju Kapel Kedutaan untuk berdoa dan akhirnya saya mengikuti kehendak Roh Kudus itu,” kisahnya.

Bahkan dirinya sempat menyampaikan kepada Nuncius bahwa dirinya masih sangat dibutuhkan serikat MSF. Akan tetapi Nuncius mengatakan bahwa gereja semesta lebih membutuhkan kepribadian dan kesaksiannya di tengah-tengah umat.

Menurutnya, menjadi Uskup bukan soal peningkatan karir atau mendapat kedudukan yang lebih tinggi, akan tetapi justru menjadi pelayan dan hamba bagi umat yang akan dilayani.

“Menjadi Uskup adalah tindakan menyalibkan diri sendiri dengan tuntutan agar semakin menghayati kaul kemiskinan, ketaatan dan kemurnian. Selain itu pun harus mampu mengikuti apa yang dijalankan berdasarkan dorongan dari Allah dalam kesatuan dengan Tuhan,” kata Uskup yang memilih moto tahbisan Uskup Servus Veritatis yang artinya Pelayan Kebenaran.

Diakhir homilinya, Uskup yang ditahbiskan pada 5 Mei 2018 itu mengungkapkan kebenaram yang harus dicari adalah kebenaran yang berpegang teguh pada Yesus Kristus sendiri sebagai kebenaran sejati.

Kepada ribuan umat yang hadir, dirinya meminta doa dan dukungan agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Uskup dengan sebaik-baiknya di Keuskupan Tanjung Selor.

Perayaan Syukur ini dihadiri Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr dan Uskup Emeritus Mgr. Anton Pain Ratu, SVD, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, Bupati TTU, Raymundus Fernandes juga ratusan imam konselebrantes dan ribuan umat dari berbagai paroki. (edy sumantri)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top