EKONOMI

Pemda Malaka Normalisasi DI Weliman. SBS: Air Jangan Mengalir Bebas ke Laut

Bupati tinjau DI Weliman.

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan pekerjaan normalisasi alur air Weliman merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Malaka untuk mengatasi masalah kekurangan air irigasi, yang sering dialami masyarakat sejak puluhan tahun.

“Dari dulu masyarakat sampai berkelahi rebut air sini. Untuk itu, pemerintah mencari jalan agar air yang ada ini bisa dimanfaatkan sehingga masyarakat tidak susah air lagi,” bilang Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat meninjau pengerjaan saluran DI Weliman di Kleseleon-Kecamatan Weliman, Senin (1/10/2018)

Dijelaskan, alur air Weliman itu dikeruk lalu setiap jarak 200 meter air dibendung agar air bisa tertampung banyak untuk dialirkan ke areal persawahan.

”Air yang mengalir dari sumbernya itu tidak terbuang bebas ke laut tetapi harus dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian masyarakat. Apalagi di wilayah tersebut memiliki areal persawahan yang luas,” sebutnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Hubertus Nahak mengatakan, pekerjaan normalisasi alur air Weliman sepanjang 8,9 kilometer dengan anggaran senilai Rp 5 miliar.

”Alur air dikeruk sedalam dua meter di bagian hulu dan empat meter di bagian hilir. Tujuan normalisasi alur air ini agar bisa menampung air untuk dialiri ke areal persawahan. Karena letak sawah lebih tinggi dari alur air,” tambahnya.

Kadis Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak mengatakan luas areal persawahan di wilayah DI Weliman seluas 750 hektare. Setelah normalisasi alur air tersebut, petani tidak akan kesulitan air lagi. (edy sumantri)

Komentar
Click to comment

Most Popular

Copyright © 2017 KILASTIMOR.COM

To Top