Gubernur: Orang NTT Harus Lawan Kemiskinan – KILASTIMOR.com
HEADLINE

Gubernur: Orang NTT Harus Lawan Kemiskinan

Victor Bungtilu Laiskodat

BETUN, Kilastimor.com-Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya saat misa syukur Ulang Tahun ke-61, Bupati Malaka dr.Stefanus Bria Seran, Rabu (26/12/2018) mengajak seluruh masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk berperang melawan syndrom kemiskinan.

Gubernur mengatakan untuk mengatasi hal itu diperlukan propaganda yang hebat untuk keluar dari sindrom kemiskinan.
Kemiskinan itu bukan merasakan miskin tetapi menganggap menjadi miskin itu nyaman dan lumrah bagi orang NTT. Budaya yang menyebabkan mudah menerima bahwa orang NTT itu miskin dan bodoh.

“Ini yang harus kita lawan. Ini perlu ada sebuah gerakan sehingga dalam pidato sering saya katakan orang miskin dan tolol masuk neraka,” tegasnya.

Dia mengemukakan, orang sering bilang supaya gubernur jangan masuk dalam ranah itu. Tetapi menurutnya, gubernur tidak sedang merampas pekerjaan para imam tetapi sedang membangun propaganda dalam pemerintahan agar masyarakat berubah dari syndrom kemiskinan.

Dalam menghadapi situasi diatas ujarnya, maka Propaganda itu penting. Kalau mau efektif maka bunyinya harus profokatif.
Ini pekerjaan besar pemerintah kedepan. “Kita harus yakinkan masyarakat bahwa mereka sesungguhnya mampu dan bekerja lebih hebat dari sebelumnya,” imbuhnya.

Sebagai gubernur dirinya tahu, kemiskinan telah menggerogoti masyarakat sampai menghilangkan semangat perjuangan masyarakat itunl sendiri. Itu sebenarnya yang paling hakiki dari kehidupan orang NTT.

Saat berkeliling dan berdiskusi dengan para pastor, imam, bupati dan tokoh politik lainnya di NTT, ternyata kecerdasan intelektual orang NTT sangat baik, cuma kecerdasannya itu digerogoti sekian lama dengan persoalan kemiskinan disekelilingnya sehingga mereka masuk dalam sindrom kemiskinan.

“Coba lihat, kalau diskusi dengan orang NTT hebat sekali tetapi ketika diminta mendesain anggaran pembangunan, maka anggarannya kecil sekali.
Ini ciri khas sindrom orang miskin,” tambanhnya.

Saat menjadi Gubernur NTT, dirinya mendesign PAD Provinsi NTT Rp. 1,1 triliun. Pada saat akhir masa jabatan dia menargetkan PAD Provinsi NTT harus bisa mencapai Rp 3 triliun di tahun 2023.
Mereka katakan gubernur terlalu ambisius dan tidak mungkin dilakukan. “Saya masih hitung sindrom kemiskinan sehingga saya naikkan sedikit saja di Rp 3 triliun karena sindrom ini berat sehingga hanya dinaikkan sedikit.

Bayangkan di lembaga DPRD yang begitu terhormat yang nota bene representasi pemikir-pemikir luar biasa mereka saja masuk dalam syndrom kemiskinan sehingga menganggab gubernur terlalu ambisius untuk membawa PAD NTT 2023 menjadi Rp 3 triliun.

Malam ini saya hadir disini sebagai bentuk dukungan dan dorongan kepada Kabupaten Malaka dibawah kepemimpinan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran adalah seorang manusia yang dipersiapkan keluarga dan Tuhan untuk memimpin daerah ini.

Menjadi pemimpin tugasnya menyiapkan dan mengambil langkah yang tidak biasa, untuk memajukan daerah ini termasuk mengorbankan dirinya sendiri. (edy sumantri)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top