Prabowo: Kalau Dipercaya Saya akan Berbuat Lebih Baik untuk Indonesia – KILASTIMOR.com
HEADLINE

Prabowo: Kalau Dipercaya Saya akan Berbuat Lebih Baik untuk Indonesia

Prabowo ketika tiba di Bandara AA. Bere Tallo, Atambua.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Calon Presiden RI, Prabowo Subianto, Kamis (27/12/2018) mengunjungi Atambua untuk mengikutu Natal bersama masyarakat di Kota yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Prabowo Subianto didampingi Ketua Komisi V DPR RI, Fari Djemi Francis, dan sejumlah pimpinan partai.
Capres nomor dua itu yang juga Ketua Umum Partai Gerindra menyinggahi Taman Makam Pahlawan Seroja, Atambua untuk menabur bunga.

Prabowo selanjutnya menuju ke Hotel Matahari untuk menjumpai para pejuang eks Timor Timur atau Timor Leste kini, di era 1970-an hingga 1980-an. Saat ini mereka bersama berjuang menyatukan dan mempertahankan Timor-Timur menyatu dengan Indonesia.

Ketua Umum Gerindra Haji Prabowo Subianto dalam pidatonya pada pertemuan di Matahari Hotel Atambua mengatakan, atas nama pribadi dan keluarga besar Partai Gerindra dan atas nama keluarga Djojohadikusumo dirinya mengucapkan selamat hari raya Natal bagi seluruh umat Kristiani terutama di Indonesia dan khususnya di NTT serta kabupaten Belu. “Semoga hari raya Natal membawa kebaikan bagi saudara-saudara sekalian dan seluruh rakyat Indonesia dan umat manusia. Semoga kita di tahun yang akan datang menjadi pemula perdamaian kebaikan kesejahteraan keadilan dan kemakmuran. Saya ingin juga mengucapkan terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah menyelenggarakan acara ini,” sebutnya.

Disebutkan, sudah lama dirinya ingin hadir di Kabupaten Belu ini. Karena memang dirinya punya sejarah khusus dengan daerah ini. Saat itu dirinya berjumpa dengan rakyat Timor-Timur juga dari Timor Barat di perbatasan.

Dikatakan, memang ada kejanggalan sejarah dan historis, dimana ada sebuah pulau dengan budaya, bahasa yang sama juga latar belakang etnis yang sama, tapi terbelah dua karena diambil oleh penjajah yang datang dari jauh. Penjajah yang satu namanya penjajah Belanda mengambil bagian barat dan penjajah yang satu Portugis mengambil yang timur.

Rakyat Timor sendiri lanjutnya, dimana-mana selalu mengadakan perlawanan terhadap penjajahan perlawanan ratusan tahun. Kemudian bagian barat bersama dengan pulau-pulau lain di nusantara menyatakan kemerdekaan dari Belanda. Banyak tokoh-tokoh di Timor-Timur juga ingin bergabung tetapi karena keadaan politik waktu itu, akhirnya masih dikuasai oleh Portugal. “Saya tidak bermaksud mengungkit-ungkit sejarah. Saya hanya mau cerita Timor-Timur yang banyak sejarahnya. Mereka begitu cinta dengan Republik Indonesia begitu cinta dengan merah putih,” sebutnya.

Didukung oleh rakyat di perbatasan Timor Barat yang ingin bersatu dengan Indonesia, banyak pengorbanan yang dialami.

“Saya minta doa dan dukungan warga negara biasa tidak mau berpikir politik. Jika tidak mau bersikap berarti dia itu sebenarnya apatis dan tidak peduli dengan masa depan dia, masa depan anaknya masa depan cucunya. Karena politik artinya adalah usaha memperbaiki kehidupan rakyat dengan kekuasaan,” paparnya.

Warga Indonesia katanya, harus berani mengambil sikap demi kesejahteraan rakyat. Apabila diberi amanat oleh bangsa, negara dan rakyat, dirinya bisa berbuat lebih baik dan lagi lebih banyak lagi, untuk bangsa Indonesia, terkhusus rakyat di Timor yang telah membuktikan pengorbanan mereka terhadap negara dan bangsa Indonesia.

Negara ujarnya, adalah negara Pancasila. Pancasila merupakan konsensus nasional dimana seluruh unsur dan tokoh bangsa menyatakan ingin bersatu dengan satu ikatan yaitu suatu ikatan.
Karena itu, mari jaga persatuan, persaudaraan, kerukunan dan toleransi beragama di Indonesia. (edy sumantri)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top