Pemkot Kupang Nyatakan Wabah DBD Sebagai KLB – KILASTIMOR.com
HEADLINE

Pemkot Kupang Nyatakan Wabah DBD Sebagai KLB

Jefri Riwu Kore

KUPANG, Kilastimor.com-Sesuai Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1501/Menkes/Per/X/2010 tentang jenis penyakit tertentu yang menimbulkan wabah dan upaya penaggulangannya menyatakan, demam berdarah dengue termasuk salah satu penyakit menular yamg menimbulkan wabah, dan harus segera dilakukan penanggulangan dalam rangka mencegah penanggulangan yang lebih luas di suatu daerah atau wilayah.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirston Riwu Kore, MM, MH. menyelenggarakan sosialisasi bersama Dinas Kesehatan Kota Kupang dan dihadiri oleh semua camat dan lurah se-Kota Kupang, Kamis (24/1/2019) di kantor Balai Kota.

Wali Kota Kupang mengemukakan, mencermati laporan kejadian penyakit, makanya dinyatakan adanya peningkatan kejadian. Dalam beberapa minggu terakhir ini, banyak warga menderita penyakit tersebut secara signifikan yaitu pada pekan pertama Januari 21 kasus, pekan ke-2 33 kasus dan pekan ke-3 28 kasus.

Sehubung dengan kondisi dan keadaan penyebaran kasus DBD dimaksud ujarnya, maka Pemerintah Kota Kupang menyatakan telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang juga menyatakan pemkot akan mengambil beberapa langka untuk mengatasi DBD yaitu mewajibkan semua kelurahan untuk mengadakan fogging, dan gerakan abate.
Jefri menegaskan kepada semua lurah supaya jangan menangani masalah setelah ada korban dan sosialisasi KLB DBD ini sangat strategis.

Jefri sapaan karibnya mengemukakan kejadian ini sangat luar biasa, sehingga perlu kerja luar biasa, tidak bisa biasa-biasa saja. “Semua pegawai puskesmas jangan hanya di kantor saja tetapi harus turun langsung ke lurah-lurah untuk menangani semua permasalahan yang ada. Pihak puskesmas harus secara serius menangani masalah ini,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. I. Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si. melaporkan, saat ini kasus DBD yang terjadi disetiap kecamatan dan kelurahan sudah mencapai 127 kasus.

Lanjut Ari Wijana, penularan DBD ini disebabkan oleh virus dengue melalui nyamuk aedes aegypty betina dan dapat menyebabkan kematian.

Tanda-tanda sakit DBD yaitu, mendadak panas tinggi selama 2-7 hari, seringkali uluh hati nyeri, karena perdarahan di lambung, tampak bintik-bintik merah di kulit seperti bekas gigitan nyamuk disebabkan pecahnya pembulu darah kapiler di kulit. Untuk membedakannya kulit diregangkan bila bintik merah hilang bulan DBD. Adapun cara pengobatannya memberikan minum air sebanyak-banyaknya air, susu, teh, oralit atau air minum lainnya bagi penderita DBD, berikan kompres hangat dan berikan obat penurun panas. (sani asa)

Komentar
Click to comment

Most Popular

To Top