RAGAM

Aksi Saudi Gempur Yaman Dikritik Iran

Lebih lanjut, pengganti Mahmoud Ahmadinejad tersebut menegaskan bahwa kampanye antiteror lewat jalur militer atau kekerasan adalah cara yang salah. Serangan udara dan pengeboman yang kini dilakukan Saudi dan koalisinya, menurut dia, hanya akan membuat Yaman kian terpuruk. Setidaknya, Yaman bakal bernasib sama dengan Iraq atau Syria yang menjadi “korban” aksi antiteror Amerika Serikat (AS).

“Kalian semua akan sadar bahwa yang kalian lakukan di Yaman adalah sebuah kesalahan. Tidak butuh waktu lama. Kalian semua akan segera mengetahuinya,” ujar Rowhani.
Dalam pidatonya itu, dia memang tidak menyebut Saudi sebagai negara yang dia anggap menerapkan kebijakan salah di Yaman. Dia juga tidak menyalahkan AS yang jelas-jelas memberikan dukungan terbuka kepada Saudi dan koalisinya.

Selama sekitar dua pekan terakhir, Kota Sanaa dan Kota Aden berubah menjadi palagan di Yaman. Militer Saudi dan koalisinya menggempur kantong-kantong pemberontak Huthis dari udara. Sementara itu, pasukan Yaman melancarkan serangan darat ke sarang militan Syiah tersebut. Sampai saat ini, jumlah korban sipil jauh lebih besar ketimbang militan maupun tentara.

Sengitnya pertempuran dua kubu itu membuat Palang Merah Internasional dan organisasi-organisasi kemanusiaan lain kesulitan mendistribusikan bantuan. Kemarin Rouhani mengimbau pihak-pihak yang terlibat bentrokan agar segera menghentikan aksi mereka. Tujuannya, agar warga sipil Yaman yang terjebak dalam pertempuran bisa ditolong atau menerima bantuan kemanusiaan. (net)

Baca Juga :   Mensos Bawa Beras dan Ikan Kering Untuk Warga Oebelo, Kualin, TTS

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top