POLITIK

Catatan Jurnalistik Boni Atolan (2), Terjun ke Dunia Politik Karena Keterpanggilan Membangun Daerah Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Sepuluh tahun silam ketika saya dari Kota Surabaya berlibur di kampung halaman di Malaka. Saya sempat bertemu sahabat lama saya yang keseharian dipanggil orang kampung bernama Manek Kiik atau yang sering dipanggil Bos Ramayana. Dia tidak lain adalah orang tua kandung dari Benny Chandradinata yang akrab dipanggil Benny, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Partai Gerindra Kabupaten Malaka dan saat ini sudah menyatakan kebulatan tekadnya untuk maju dalam perhelatan pilkada Malaka tahun ini sebagai bakal calon wakil Bupati Malaka mendampingi Pak Ludo Taolin.
Bos Ramayana saat itu mengelola usaha hotel kecil miliknya di Betun. Walau terlihat seperti penginapan tetapi Mane Kiik lebih banyak menggunakan tempat itu sebagai tempat pertemuan bersama teman-teman kumpulnya di kampung Betun.
Walau dipanggil bos sama kawan-kawannya tetapi sesungguhnya dia sendiri tidak fokus bekerja pada usaha keluarga yang dibangun. Penginapan, toko dan usaha lainnya sudah dibagikan kepada anak-anaknya dan pekerjaan dia keseharian hanya melihat bagaimana anak-anaknya membangun usahanya masing-masing. Dia lebih suka kumpul kawan-kawannya di kampung -kampung, terlibat didalam urusan sosial kemasyarakatan. Dalam urusan mempertahankan kebenaran dan keadilan, Bos Manek Kiik terkadang tampil sebagai figur yang melindungi teman-temannya yang diperlakukan secara tidak adil oleh oranf lain. Manek Kiik tampil sebagai figur yang bisa menjembatani penyelesaian konflik, perkara atau hal-hal yang dianggab merugikan teman-teman kumpulnya waktu itu. Dia tampil sebagai sosok yang bisa mengayomi dan melindungi kepentingan orang-orang kecil di kampung Betun dan sekitarnya bila bermasalah dengan orang lain.
Benny saat itu sebagai sosok pengusaha yang merintis usahanya dari jualan kecil-kecilan seperti pupuk dan obat-obatan pertanian, benih pertanian dan usaha photo copy yang dijalankan bersama istrinya di rumah. Rupanya kebiasanaa Manek Kiik diikuti anaknya Benny. Dia tidak begitu fokus untuk melakukan pekerjaannya sebagai seorang bisnisman, tetapi biasa menjadi sarana bertemu dengan teman-temannya. Seorang Benny tidak hidup sendirian tetapi setiap harinya selalu berkumpul dan ngobrol bersama teman-temannya di toko. Sambil menyelam minum air. Semua dikerjakan dengan santai tetapi tetap membina jalinan persahabatan dengan siapa saja tanpa membedakan status sosial orang itu. Kebiasaan itu tetap berlanjut hingga hari ini, walau usahanya sudah mengalami kemajuan dan berkembang pesat belakangan ini. Dia tetap tampil sebagai Benny yang dulu, walau saat ini sudah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Malaka Periode lima tahun mendatang.
Sebagai teman biasanya saya sering bertemu seorang Benny untuk sekedar bercerita dan bertukar pikiran. Kurang lebih dua bulan lalu ketika sedang ngobrol santai dengan Benny di rumahnya, dia bertanya dan meminta pendapat apakan dirinya bisa ikut berpartisipasi dalam pilkada tahun ini. Saya agak terkejut karena biasanya materi diskusi kami tidak terkait politik tetapi hanya seputar pertemanan dan perkembangan pekerjaan kami masing-masing. Terlihat dia sangat serius dan tetap bertanya meminta pendapat dan pikiran saya terkait niatan itu. Saya hanya jawab sederhana. Ketua Partai Politik adalah kader partai dan dia juga adalah figur yang dipersiapkan partai politik untuk bisa maju dalam pilkada kalau memang berniat maju.
Terlihat Benny sangat serius mendengar jawaban saya. Saya mencoba bertanya apa motivasinya untuk terjun dalam perhelatan pilkada Malaka? Dalam situasi yang santai, Benny menceritakan beberapa alasan yang mendorong dirinya untuk maju dalam dunia politik pilkada. “Saya punya alasan yang sangat pribadi untuk melanjutkan tongkat estafet dari orang tua saya yang biasanya berjuang untuk teman-temannya walau bukan melalui jalur non partai. Orang tua saya waktu itu sangat gigih dan berjuang untuk teman-teman dekatnya di kampung-kampung, dan tradisi dan kebiasaan orang tua inilah yang mendorong saya mau berjuang bersama masyarakat melalui jalur partai.Ini mungkin sudah garis tangan saya untuk berjuang bagi kepentingan banyak orang, melalui partai politik dan saat ini bersedia dengan kerelaan hati, maju sebagai salah satu bakal calon wakil bupati Malaka. Barang kali dengan cara ini saya bisa berbuat sesuatu untuk banyak orang dan tetap mempertahankan nama besar keluarga yang selalu hidup bersama masyarakat. Ini sudah panggilan hidup dan saya sudah memutuskan untuk menekuninya sebagai salah satu sarana untuk membangun dan bekerja sama masyarakat bila dipercaya rakyat,” ujarnya.
Keberadaan Benny Chandradinata tidak lepas dari nama Katuas Benenai yang dikenal sangat akrab di telinga warga Malaka. Keluarga Benenai sangat dikenal selama masih tinggal di Besikama dan memiliki kuda pacu yang handal yang sering memenangkan lomba pacuan kuda di saman itu. Benenai merupakan kuda kebanggaan keluarga dan warga Malaka saat itu karena sering tampil sebagai pemenang dalam lomba pacuan kuda. Kita harapkan hal itu menjadi inspirasi perjuangan Benny dalam memperebutkan kursi nomor 1 dan 2 di Malaka melalui paket TABE. Selamat berjuang kawan ( Bersambung)

Baca Juga :   Penggabungan dan Pemisahan OPD Harus Pertimbangkan Efisiensi
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top