TIMOR

Desa Umalor, Malaka, Butuh Drainase Sepanjang 5.000 Meter

BETUN, KilasTimor.com-Warga Desa Umalor, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka membutuhkan pembangunan saluran drainase sepanjang 5.000 meter, yang mengelilingi lima dusun di wilayah itu. Pasalnya, selama musim penghujan, sering terjadi genangan air yang memasuki pekarangan dan pemukiman penduduk. Kebutuhan warga itu sudah diusulkan melalui musrenbangdes belum lama ini, dan akan diakomodir melalui Dana Alokasi Desa Umalor tahun 2015. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Umalor kepada wartawan saat ditemui di Umalor, Sabtu (11/4).
Kades Umalor, Yusti Engel Mulyawan yang akrab dipanggil Ustin kepada pers mengatakan, rencana kebutuhan pembangunan saluran drainase itu sudah menjadi kebutuhan dan usulan prioritas masyarakat selama musrenbang. “Kebutuhan warga itu akan dituangkan dalam APBDes Umalor tahun ini, dan dalam Rencana Kerja Pemerintahan Desa juga sudah masuk sebagai skala prioritas desa. Kita harapkan niat masyarakat desa Umalor dapat terealisasi tahun ini melalui pengalokasian ADD tahun 2015. Kita inginkan warga Desa Umalor bebas banjir saat musim hujan dan warga disini bisa hidup nyaman,” ujarnya.
Ketua LPM Desa Umalor, Marselinus Seran kepada media ini mengatakan, sangat mendukung rencana itu, karena telah menjadi skala prioritas desa. “Kita sudah bangun jalan mengelilingi desa tetapi belum ada saluran drainase. Kita akan bangun drainase untuk menjaga badan jalan dan saluran pembuangan air secara terpadu dengan dana ADD secara bertahap. Ada sekitar 5.000 meter saluran drainase yang mengelilingi 4 dusun di wilayah desa Umalor yakni dusun Umalor 1.000 meter, Dusun Umamolin 2.000 meter, Dusun Lawain 1.000 meter dan Dusun Lawalu 1.000 meter. Kita bisa bangun bertahap sesuai ketersediaan anggaran yang ada ujarnya,” ujarnya.
Fukun Makaer Badut, Desa Umalor, Moses Seran kepada pers menjelaskan, pembangunan saluran drainase di Umalor merupakan pilihan tepat, karena selama musim penghujan sering terjadi banjir, akibat hujan dan konsentrasi air yang sangat besar. Kondisi ini mengganggu kenyamanan warga. Kita inginkan saluran irigasi terpadu yang mengelilingi desa supaya saat musim hujan bisa melancarkan pembuangan air hujan, dan tidak merendam hasil tanaman masyarakat di pekarangan,” urainya.
Tua adat Fukun Tahu Kiik, Sakarias Klau dan Fukun Tahu Kwaik, Paulus Seran Klau Bouk secara bersamaan kepada media ini mengemukakan, pihaknya mendukung rencana itu karena akan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat di desa Umalor, saat musim penghujan. “Umalor adalah pusat perkampungan adat dan Kerajaan Leun Has. Dengan adanya pembangunan saluran itu bisa memperlancar aliran air saat musim hujan, dan tidak merendam rumah-rumah adat disini. Kita disini ada Tafatik Umalor, Tafatik Lawain dan Tafatik Leunklot yang memiliki nama besar di Malaka, bahkan seluruh NTT, jika ditinjau dari aspek adat. Kita mau rumah-rumah adat yang bersejarah itu, dapat dilindungi dan tidak terendam air,” (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top