POLITIK

Herman Seran: Atasi Masalah Banjir Benenain dengan Sistem Flood by Pass Canal

BETUN, KilasTimor.com-Kabupaten Malaka merupakan salah satu kabupaten yang memiliki keunikan dan keanekaragaman potensi eksosbud sehingga dalam membangun Malaka, perlu memperhatikan kondisi temporal dan kondisi lokal setempat. Pengelolaan pemerintahannyapun perlu dikembangkan pemerintahan yang berorientasi kearifan lokal dan science dengan mengoptimalkan partisipasi jaringan SDM Malaka yang menyebar di seluruh dunia (Knowledge-Network Governance. Pemikiran kiritis itu disampaikan figur Bakal Calon Bupati Malaka, Herman Seran kepada media ini di Betun, Rabu (22/4)
Figur Bakal Calon Bupati Malaka, Herman Seran kepada pers mengatakan salah satu kearifan lokal Malaka adalah tata kelola pemerintah yang berprinsip bahwa pusat adalah sumber kekuatan moral spiritual, sementara pinggiran adalah penentu hegemony kedaulatan pusat. “Kalau saya dipercaya masyarakat menjadi Bupati maka akan membangun Malaka dari desa dalam arti seluas-luasnya. Wilayah terpencil di Malaka jangan dilihat sebagai tempat pembuangan tetapi sebuah potensi hebat, dan harus ditempatkan orang-orang hebat untuk membangun dari sana. Saya akan kembangkan pelayanan administrasi keliling untuk mengurangi waktu yang terbuang para guru dan pemerintah desa yang harus setiap saat berurusan di Betun sebagai pusat kabupaten,” ujarnya. “Saya akan mengembangkan jalan lingkar dan dalam waktu tidak sampai lima tahun seluruh desa yang terpencil sekalipun, harus dilalui kerandaan roda empat,” bilangnya.
Dibidang pendidikan, perlu dikembangkan arisan pendidikan untuk memperluas kesempatan sekolah secara gratis bagi anak-anak Malaka. Sejak tahun pertama memimpin persoalan penyelesaian masalah banjir Benenain dengan sistem flood by pass canal, tetap jadi skala prioritas dan menjadi bagian dari revitalisasi pertanian dan peternakan Malaka. “Kita di Malaka juga harus bisa jadikan ritual adat hamis sebagai agenda pariwisata nasional yang akan dijadikan sebagai brand pariwisata Malaka,” tambahnya.
Herman Seran kepada media ini mengatakan momentum pilkada Malaka kali ini, hendaknya dijadikan sebagai ajang untuk menyampaikan pemikiran kritis berbagai figur kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa menjatuhkan pilihan kepada kader yang benar-benar memiliki konsep untuk membangun Malaka kedepan. “Jangan kita menggalang massa dengan cara-cara yang tidak cerdas, karena akan merugikan masyarakat Malaka sendiri. Kader Malaka yang baik harus bisa memaparkan pemikiran dan konsep kerjanya kepada masyarakat supaya didiskusikan sekaligus sebagai alasan kuat kenapa masyarakat memilih figur yang bersangkutan saat pilkada,” ujarnya (oni)

Baca Juga :   115 Napi Lapas Atambua Diberi Remisi Natal 2016
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top