HUKUM & KRIMINAL

Maria Usnaat Menolak Jadi Saksi Atas Suaminya, Dalam Pembunuhan Paulus Usnaat

KEFAMENANU, Kilas Timor-Sidang pembunuhan korban Paulus Usnaat, yang tewas terbunuh dalam ruang tahanan Polsek Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara kembali digelar, Kamis (16/4).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi cukup menjadi perhatian pengunjung sidang, ketika saksi Maria Usnaat, menolak jadi saksi terhadap terdakwa Baltasar Talan, yang adalah suami sendiri. Maria mengaku tidak sanggup menatap suaminya jika diperkenankan bersaksi terhadap suami sendiri.

“Maaf bapak Hakim saya tidak mau jadi saksi untuk untuk saya punya suami,” tegas Maria saat ditanya majelis hakim.

Menanggapi pengunduran diri salah satu saksi, ketua hakim majelis Darminto Hutasoit mengatakan keberatan itu adalah hak setiap saksi. Tapi jika berkenaan bersaksi untuk kebenaran tentunya dipersilahkan walaupun bersaksi terhadap suami sendiri. Meski demikian, Maria akhirnya diperkenankan tinggalkan ruang sidang.

Kesempatan yang sama Maria hanya bisa bersedia bersaksi untuk terdakwa Emanuel Talan. Saat ditanya Maria mengaku, putrinya Idolina Talan, mengaku dihamili Paulus Usnaat, yang adalah pamannya. Lantaran tersulut emosi sehingga terdakwa Emanuel sempat melontarkan ancaman terhadap Paulus Usnaat, sebab tega menghamili sepupunya yang saat itu masih duduk dibangku kelas III SMP.

“Iya benar Dia (terdakwa Emanuel Talan) sempat marah katanya mau pukul kasih mati Paulus Usnaat,” kisah Maria, isteri terdakwa Baltasar Talan

Ketika ditanya kehadiran Agustinus Talan, pada pertemuan sebelumnya, Saksi Maria mengaku dalam selama pertemuan tidak dihadiri Agustinus Talan. Dikatakan sebagai pejabat pemerintah tentunya sibuk dengan kegiatan pemerintahan.

Baca Juga :   Pria Turunan Perancis Serahkan Empat Pucuk Senpi ke Kodim Belu

Sementara saksi Daniel Fallo, saat ditanya mengaku pada 2 Juni 2008, sekira pukul 20.00 witta dirinya bertandang di Polsek Miomaffo Timur. Kehadirannya untuk menonton Televisi yang ada diruang jaga Polsek. Saat itu di Polsek hanya ada anggota Polisi Mateus Quelo dan Simon Mela, sementara pengunjung lainnya tidak ada. Hingga pukul 22.00 witta Daniel pamit dan kembali ke rumahnya yang jaraknya sekira 300 meter dari kantor Polsek Miomaffo Timur.

“Saya di Polsek ada Pak Mateus dan Pak Simon. Saat kami nonton Pak Mateus hanya dikantor saja dan tidak pi mana-mana,”terang Daniel.

Keterangan Daniel, membuat ketua majelis hakim, terus bertanya sebab keterangan Mateus Quelo sebelumnya, mengaku sempat beberapa kali ke rumahnya diasrama Polsek untuk buang air bahkan sempat nonton Televisi dirumahnya. Sehingga di Polsek hanya ada Daniel Fallo dan anggota Polisi Simon Mella.

Sidang dipimpin ketua hakim majelis Darminto Hutasoit, SH, MH anggota hakim Hendrywanto MK. Pello, SH dan Wawan Edi Prastiyo, SH, MH. Jaksa Penuntun Umum (JPU), Jonathan S. Limbongan, SH Danny A.M Salmun SH. Sementara Penasihat Hukum terdakwa Emanuel Talan dan Baltasar Talan hanya dihadiri Jemi Haekase SH. (joe)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top