RAGAM

Paket Sahabat Lakukan Konsolidasi, Demokrat dan PAN Bakal Jadi Kendaaran Politik

ATAMBUA, KilasTimor.com-Tensi politik di Kabupaten Belu, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste kian memanas. Masing-masing pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati serta tim sukses (Timses) mulai mencari dukungan partai politik sebagai kendaraan politiknya. Tidak saja partai politik, pasangan bakal calon mulai mensosialisasikan diri ke masyarakat untuk menjelaskan garis perjuangan atau visi misi serta menggalang dukungan masyarakat akar rumput.
Salah satu paket yang digadang-gadang maju dalam pilkada Belu, Wilibrodus Lay dan J.T Ose Luan atau lebih dikenal dengan tagline Sahabat, juga terus melakukan konsolidasi partai maupun dengan masyarakat.
Bakal calon Bupati Belu, Wilibrodus Lay yang dihubungi KilasTimor.com, Sabtu (12/4) mengemukakan, saat ini dirinya bersama Ose Luan sebagai kompatriotnya, terus melakukan konsolidasi partai. Selain mengandalkan partai Demokrat dan PAN, pihaknya juga terus membangun komunikasi dengan partai politik lain. “Kita sudah daftar ke sejumlah partai, termasuk ke Partai Demokrat dan PAN sebagai kader,” bilangnya.
Paket Sahabat lanjutnya, menyerahkan seluruh keputusan pada partai masing-masing, sesuai mekanismenya. “Ya, kita tunggu saja apa keputusan partai. Kita hormati mekanisme partai masing-masing,” imbuhnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, pihaknya juga sudah melakukan road show atau kunjungan ke setiap desa dan kecamatan, demi mengkonsolidasikan dukungan bagi paket Sahabat. “Kita pastinya maju, jadi kita konsolidasi disemua tingkatan,” sebut Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Belu itu.
Wily Lay yang berprofesi sebagai pengusaha itu melanjutkan, prinsip pihak yakni membangun persahabatan dengan semua lapisan masyarakat, dan terus berusaha untuk mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Selama ini tentunya pemerintah sudah berusaha membangun dengan daya upayanya. Kedepan pihaknya akan berusaha untuk meningkatkan lagi dari saat ini.
Pihaknya juga jelas dia, akan terus mengedepankan politik yang santun, sebab orang belu memiliki nilai “Hafoli no hakneter malu”, atau saling menghargai dan menghormati.
Dalam demokrasi paparnya, perbedaan itu sebuah hal yang lumrah, dan semua berhak untuk dipilih dan memilih. Karena itu, hendaknya semua menghormati hak masing-masing, dan paket Sahabat akan berlaku demikian. (fed)

Baca Juga :   Masyarakat Adat Gelar Ritual Pembangunan Pusara Wabup Malaka
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top