EKONOMI

PLN Komitmen Terangi Wilayah Perbatasan Belu, Namun Terkendala Kawasan Hutan

ATAMBUA, KilasTimor.com-Komitmen Listrik Negara (PLN) untuk menerangi daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, masih terkendala dengan kawasan hutan lindung. Kendati demikian, tegas PLN akan tetap memprioritaskan jaringan listrik hingga ke setiap daerah di perbatasan Indonesia dan Timor Leste itu.

Demikian hal itu disampaikan Manager Rayon Atambua, Albertus Koko ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (23/4).
Menurut Koko, PLN siap dan serius untuk tuntaskan program listrik perbatasan. Pasalnya ini merupakan program Presiden Jokowi yang menginginkan daerah-daerah di perbatasan RI-RDTL, harus terang sebelum 17 Agustus 2015 mendatang.

“Kita sudah menerima peta daerah-daerah di wilayah perbatasan yang akan dialiri listrik. Saat ini PLN Atambua melalui PLN Atambua sedang mengurus izin sewa pakai kawasan hutan dengan dinas kehutanan propinsi NTT,” terang dia.

Dijelaskan, izin sewa pakai hutan kawasan lindung yakni pada tiga wilayah di desa Nanaet, Fohoeka dan Nanaenoe Kecamatan Nanaet Dubesi, Kabupaten Belu, Timor Barat, Nusa Tenggara Timur. Selain ketiga desa itu, ada juga desa Ekin dan beberapa desa di wilayah Lamaknen, jadi prioritas untuk dipasang jaringan listrik konvensional.

“Kita sudah lakukan survei dengan tim dari Dinas Kehutanan Belu terkait kawasan hutan lindung di wilayah Nanaet Dubesi. PLN siap untuk lakukan ekspansi listrik ke Nanaet Dubesi dan daerah lainnya. Karena ini menjadi prioritas program listrik perbatasan, untuk daerah yang berada dibatas jadi terang benderang,” ujar Koko.

“Kita juga sedang buat izin sewa pakai kawasan hutan wilayah Takirin. Dan juga untuk daerah lain di Kabupaten Malaka seperti Desa Alas Utara, Faturene Loomeu. Untuk desa Maudemu dan Halimodok sudah masuk dalam kontrak jaringan,” tambah dia.
Koko mengharapkan, izin sewa pakai kawasan hutan lindung yang sedang diurus dapat berjalan dengan lancar. Sehingga pihak Pemerintah dapat memberikan pembebasan sebidang tanah untuk dilalui jaringan listrik.

Tambah Manajer Pusat Listrik Atambua, Paulus Berek, PLN Atambua mendapat tambahan mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan daya sebesar tiga mega. Dipastikan sebelum tanggal 17 Agustus 2015 ini mesinnya sudah ada. Karena untuk memperlancar pelayanan listrik di daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

“Selain itu juga ada tiga wilayah yang dapat mesin itu, yakni Amfoang Timur, Kabupaten Kupang sebesar 200 KW, Naekake (Mutis), TTU sebesar 200 KW dan Kobalima Kabupaten Malaka sebesar 1 mega. Intinya kita siap melistrikkan seluruh daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste,” kata Berek. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top