EKONOMI

Roda Mas Group Siap Investasi Garam Industri di Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Roda Mas Group sudah memutuskan untuk melakukan investasi Garam Industri di Malaka.Keseriusan itu ditunjukkan dengan melakukan berbagai tahapan investasi seperti meminta izin di Provinsi NTT, survey udara, sosialisasi, pengukuran lahan dan kegitan lainnya untuk mewujudkan rencana itu. Investor sangat tertarik dengan Malaka karena lokasi dan iklimnya sangat memungkinkan untuk investasi garam. Rencana investasi itu mendapatkan respon yang baik dari Pemprov NTT dan Pemerintah Kabupaten Malaka. Komisaris Utama Roda Mas Group, Antoni mengatakan itu kepada wartawan usai meresmikan Kantor Perwakilan PT. Inti Daya Kencana untuk memulai aktivitasnya di Betun, Kabupaten Malaka, Rabu (15/4).
Antoni kepada Pers mengatakan, rencana investasi garam industri di Indonesia sudah dirintis sejak sebelum pemerintahan Presiden Jokowi. “Mentri Kelautan meminta kita untuk menghentikan impor garam industri dari Jerman, Australia dan India dan harus mengembangkan dan memproduksi dalam negeri untuk kebutuhan dalam negeri. Kita sudah melakukan survey dan beberapa tahapan kegiatan sudah dilakukan di Malaka, ternyata Malaka memiliki peluang untuk dikembangkan dan diproduksi garam industri,” bilangnya.
Direktur Utama PT. Inti Daya Kencana, Yohanes Aryo dalam keterangan persnya mengatakan, perusahaannya sangat siap melakukan investasi Garam Industri di Malaka. “Kita senang karena Pemrov NTT dan Pemkab Malaka cukup responsif terhadap rencana investasi ini. Saat ini kita sudah melakukan beberapa tahapan kegiatan baik di Provinsi dan Malaka. Kita sudah meminta izin kepada Pemprov NTT untuk bisa melakukan kegitan investasi Garam Industri,” ujarnya. “Di Malaka kita sudah membangun dialog bersama Pemkab Malaka menyampaikan niat ini, dan ada beberapa tahapan kegiatan yang sudah dilakukan di lapangan seperti survey darat sebanyak dua kali, survey udara dan melakukan photo udara sebanyak satu kali, melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di lima kecamatan di Malaka serta saat ini kita sudah memasuki tahapan pengukuran lahan secara global,” ujarnya.
“Kita sudah melakukan pematokan dan pengukuran lokasi secara global. Kita lagi berkoordinasi supaya dilakukan pemetaan lahan berdasarkan kepemilikan lahan supaya memudahkan rencana tindak lanjut. Saat ini kami masih melakukan studi kelayakan bisnis dari berbagai aspek dan terakhir akan ada AMNDAL,” timpalnya. “Perusahaan akan mengikuti tahapan-tahapan itu dan apabila sudah klir, baru action di lapangan. Kita akan sangat teliti mengikuti tahapan itu supaya rencana investasi itu benar-benar menguntungkan pemerintah, masyarakat Malaka dan investor,” tambahnya.
Kepala Bidang Penanaman Modal, Bappeda Malaka, Yohanes Klau dalam kesempatan itu kepada pers mengatakan sesuai hasil diskusi dengan investor, pemerintah memberikan kesempatan kepada investor untuk melakukan tahapan-tahapan investasi yang sudah disepakati bersama. “Kita memberi ruang supaya mereka bekerja sesuai tahapan. Saat ini mereka masih melakukan kajian dan studi kelayakan dan selanjutnya hasilnya akan disampaikan dan didiskusikan bersama pemerintah,” pungkasnya. (oni)

Baca Juga :   Kelompok Tani Bero Sembada Harus jadi Laboratorium Pembelajaran di Malaka
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top