HUKUM & KRIMINAL

Warga Perbatasan Kobalima Timur Serahkan Senjata ke Satgas Pamtas RI-RDTL

BETUN, kilastimor.com-Kerja Keras dan kebersamaan TNI Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Batalyon Infantri 744/SYB yang bermarkas di Kobalima Timur, akhirnya membuahkan hasil. Salah seorang warga perbatasan di Kobalima Timur dengan kerelaan menyerahkan senjata laras panjang yang selama ini disembunyikan karena takut ditangkap atau diperiksa aparat berwajib. Atas kerja sama, komunikasi dan membina kerbersamaan dalam berbagai kegiatan akhirnya warga mau secara sukarela menyerahkan senjata api itu kepada petugas penjaga perbatasan.
Danki Motamasin, Arif Rahman kepada pers di Motamasin, Senin(20/4) mengatakan bahwa pihaknya menerima sepucuk senjata laras panjang dari anggotanya yang bertugas di pos Haslot-Kobalima Timur. “Tadi pagi sekitar jam 10 pagi komandan Pos Haslot, sertu Zainul Aminudin menerima sebuah senjata secara sukarela dengan jenis senjata laras panjang kopak/lontak musket buatan Italia jenis spring field kal 15 mm oleh masyarakat perbatasan ,” ujarnya. “Menurut pengakuan masyarakat yang menyerahkan itu mengatakan senjata laras panjang itu diperoleh saat jajak pendapat tahun 1999 lalu, disimpan dan disembunyikan. Senjata itu akhirnya diserahkan kepada di pos Haslot.Satgas Pamtas RI-RDTL sektor Barat. Alasan disembunyikan karena takut diproses hukum,” sebutnya.
“Kami sudah menerima senjata itu dari Dan Pos Haslot dan disimpan di danki III pos koki Motamasin guna proses lebih lanjut,” katanya.
Danpos Haslot, Sertu Zainal kepada pers di Motamasin membenarkan pihaknya sudah menerima sepucuk senjata laras panjang dari salah seorang warga dan saat ini sudah diserahkan kepada danki Motamasin. “Saya bersama anggota di Haslot selama ini bekerja dan membaur dengan warga sekitar perbatasan. Kami terlihat sangat akrab dalam setiap acara baksos atau kegiatan lain yang membaur dengan masyarakat. Hungungan baik terjalin diantara kami,” ujarnya.
“Waktu mau ada kegiatan bakti sosial di Trans Metamauk, berupa kegiatan pengobatan gratis dan penanaman pohon saya bersama anggota mendatangi warga yang berdiam sekitar perbatasan, mengundang mereka untuk mengikuti kegiatan baksos itu. Kami juga minta tolong orang yang memberikan senjata itu, supaya mengajak teman dan keluarganya yang sakit supaya mendapatkan pengobatan gratis dari TNI satgas pamtas RI-RDTL. Batalyon 744/SYB sektor Barat ternyata mendapatkan respon positif. Kami berangkat bersama dan dijemput mobil TNI untuk bersama ke lokasi baksos. Kami sangat akrab dan layaknya seperti keluarga. Terlihat bapak ini sangat gelisah tetapi karena sangat akrab dia mengaku ada senjata yang disembunyikan selama ini. Karena mendapatkan jaminan keamanan dan tidak diperiksa aparat berwajib, bapak ini dengan rela mau mengambil senjata itu untuk diserahkan kepada kami. Sebagai tanda terima kasih atas kebersamaan kami serta berbagai aktivitas sosial yang dilakukan bersama masyarakat selama ini,” tuntasnya. (oni)

Baca Juga :   P-19, Jaksa Kembalikan Berkas Dugaan Korupsi SMKN Kobalima ke Penyidik Polres Belu
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top