RAGAM

360 Mahasiswa Undana Studi Lapangan di Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Sebanyak 360 Mahasiswa FKIP Jurusan Sejarah, Universitas Nusa Cendana Kupang melakukan studi Lapangan selama empat hari di Malaka. Beberapa kegiatan penting yang dilakukan selama di Malaka adalah, Seminar Sehari Tentang Pentingnya Ilmu Sejarah bagi kehidupan manusia yang dilaksanakan di STKIP Sinar Pancasila Betun, Belajar lapangan yang dipandu Liurai, Loro dan Fukun, Kunjungan ke situs-situs sejarah dan budaya Malaka, Malam pentas seni budaya daerah NTT, Baksos dan olahraga bersama anak sekolah dan masyarakat Malaka.

Hal ini disampaikan, Pembantu Dekan III FKIP Jurusan Sejarah Undana, Melki Taneo kepada wartawan di Betun, Sabtu (30/5)
.

Mahasiswa Undana Kupang, ketika berada di Betun, untuk melakukan studi lapangan tentang sejarah

Mahasiswa Undana Kupang, ketika berada di Betun, untuk melakukan studi lapangan tentang sejarah

“Kita melakukan studi lapangan, karena dalam kurikulum sejarah ada sejarah lokal/daerah, sejarah kebudayaan, tempat kebudayaan bertumbuh dan sejarah itu terjadi. Belajar sejarah itu tidak hanya dalam kelas karena tempatnya dan fakta sejarahnya ada ditengah masyarakat.Dengan dasar itu kita dari institusi memutuskan melakukan studi lapangan di masyarakatm,” bebernya.

“Selama ini kita sudah melakukan studi lapang pad tiga tempat yang berbeda yakni pertama di TTU, khususnya di Kerajaan Insana untuk mempelajari sejarah dan kebudayaan masyarakat Insana, kedua, di Molo-TTS (Kerajaan Ajobaki) dan ketiga kami lakukan di Malaka tahun ini,” ujarnya.

“Kita Memilih Malaka karena dalam berbagai literatur yang dipelajari di Perguruan Tinggi menyebutkan bahwa Betun dari aspek sejarah disebut sebagai kerajaan pertama dan tertua di Pulau Timor, yakni Kerajaan Wewiku dan Kerajaan Wehali yang nota bene berkedudukan di Kabupaten Malaka. Kedua, masyarakat Malaka dibangun diatas kebudayaan yang sangat kuat yang dapat membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat Malaka. Kebudayaan tadi dapat membentuk sejarah Wewiku-Wehali.
Ketiga, Kabupaten Malaka adalah Kabupaten Perbatasan dua negara RDTL dan Australia, sehingga pemahaman sejarah dan budaya dan budaya dalam membangun karakter ke Indonesiaan, karakter masyarakat Malaka di daerah ini,” imbuhnya. (oni)

Baca Juga :   Enam Camat di Malaka Dielus jadi Pejabat Eselon Dua. Bupati: Info Itu tidak Benar
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top