RAGAM

Akhirnya Tenaga Kerja PT. SMR Bisa Gereja di Hari Minggu

SOE, Kilastimor.com-PT. SMR akhirnya mengindahkan permintaan Bupati TTS, Paul Mella yang mewajibkan PT. SMR untuk menghormati kebebasan beribadah bagi warga TTS, khususnya yang bekerja di perusahan tambangan mangan, dengan tidak menjadikan hari minggu sebagai hari kerja terhitung sejak Minggu (17/5/2015) lalu.

Hal ini diungkapkan Asisten II Bupati TTS, Epy Tahun kepada wartawan di ruang kerjanya belum lama ini.

“Kami sudah sepakat dengan PT. SMR terkait penghapusan jam kerja pada hari minggu, dan kita sudah sepakat tidak ada lagi jam kerja pada hari minggu. Kami sudah duduk bersama dan dari PT. SMR sendiri akhirnya mau mengindahkan permintaan pemerintah terkait penghapusan jam kerja pada hari minggu,” ucap Epy.

Terkait adanya isu kalau upah karyawan yang terlalu rendah, dibanding dengan jam kerja yang terlalu tinggi atau sudah dalam kategori sudah kerja rodi, Epy mengatakan dalam waktu dekat pemerintah akan langsung turun ke tempat penambangan untuk berkomunikasi langsung dengan para karyawan.

“Minggu depan kita rencanakan untuk turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran isu tersebut. Kami sudah klarifikasi dengan pihak PT. SMR terkait upah dibawah UMP, tetapi dari pihak PT. SMR mengatakan upah yang dibayarkan kepada karyawan sebesar Rp 2,4 juta atau diatas UMP kita. Nanti kita akan turun ke lapangan untuk mengecek kebenarannya,” tegas pria mantan kepala Dinas PU ini

Diberitakan, sebelumnya DPRD Kabupaten TTS, dalam waktu dekat akan memanggil pihak managemen PT. SMR guna mendengarkan penjelasan terkait kebijakan perusahan yang memberlakukan 7 hari kerja termaksud hari minggu. Kebijakan ini dinilai DPRD TTS tidak etis, karena hari minggu merupakan hari ibadat untuk umat Kristen yang mayoritas bekerja di PT. SMR. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top