HUKUM & KRIMINAL

Aparat Penyidik Diminta Proaktif Lidik Pengerjaan Ruas Jalan Motamasin-Wanibesak

BETUN, KIlastimor.com-Aparat Penyidik Tipikor Polres Belu dan Kejari Atambua diminta melakukan penyelidikan terhadap pengerjaan ruas jalan Motamasin-Webua-Besikama-Wanibesak-Kolbano di Wilayah Malaka-TTS, yang dikerjakan PT. Modern-Naviri co, karena diduga kuat diluar spek pengerjaan jalan strategis Nasional dan berpotensi merugikan keuangan negara. Aparat Kepolisian dan Kejaksaan harus proaktif turun ke lapangan melakukan puldata dan pulbaket untuk mengetahui persis apakah proyek yang dikerjakan diatas Rp 100 miliar itu, sudah sesuai spek dan juknis yang ada. Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi Akselererasi Nasional, Lodi M.Lukas kepada wartawan di Betun, Kamis (14/5),

Kepada wartawan Lodi mengatakan, bahwa sesuai pantauannya di lapangan sering terjadi keluhan masyarakat terkait pengerjaan ruas jalan itu dimana antara sosialisasi dan pengerjaan fisik proyek di lapangan sangat berbeda, material dan spek pengerjaannya juga perlu ditelusuri, apakah sudah sesuai dengan juknis pengerjaan jalan negara sesuai aturan umum yang berlaku.

“Saya sering mendapatkan informasi dan keluhan masyarkat terkai pengerjaan ruas jalan itu selama tiga tahun, terakhir bahwa pengerjaan ruas jalan itu berpotensi masalah dan terindikasi merugikan keuangan negara. Saya dengar juga bahwa pengerjaan ruas jalan negara itu memberikan ruang kepada kontraktor untuk memperbaiki pekerjaannya sesuai masa pemeliharaan satu tahun namun kondisi riil di lapangan kita tidak melihat hal itu,” jelasnya.

“Pengerjaan jalan negara dari Motamasin Webua saja kita lihat banyak kejanggalan, karena pekerjaan minornya saja sudah banyak mengalami kerusakan tanpa upaya perbaikan yang signifikan. Ada jembatan yang dilewati dalam pengerjaan ruas jalan itu tidak diperbaiki sehingga berpotensi membahayakan bagi pengguna jalan. Di Kada, Kecamatan Kobalima ada jembatan kecil yang lebarnya hanya bisa dilewati satu kendaraan roda empat dan tidak bisa dilewati kendaraan lain bila berpapasan. Hal itu juga bisa dilihat pada tempat lain sepanjang ruas jalan yang dibangun,” ujarnya.

“Pengerjaan ruas jalan dari Webua-Besikama-Wanibesak-Kolbano juga hampir sama. Pekerjaan minor seperti bahu jalan, pasangan saluran air dan penahan bahu jalan sudah mulai rusak dan tidak berkualitas. Pembuatan drainase sepanjang kota Betun dan sekitarnya yang dilewati sepanjang ruas jalan itu terkesan asal kerja dan sangat tidak berkualitas. Hal itu rata-rata ditemui sepanjang jalan Webua-Besikama-Wanibesak-Boking. Itu baru pekerjaan minornya, sementara pekerjaan mayornya harus dilidik lebih lanjut aparat berwajib,” bebernya. (oni)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top