RAGAM

Dana Nonkapitasi “parkir” di Rekening Dinas Kesehatan TTS

SOE, Kilastimor.com-Dana nonkapitasi sejak bulan Januari 2014 hingga Oktober 2014, untuk jasa pelayanan melahirkan yang merupakan hak para bidan, hingga kini masih “parkir” rekening dinas kesehatan dan belum disalurkan ke rekening Puskesmas yang tersebar diwilayah Kabupaten TTS.
Pasalnya, dana nonkapistasi tersebut sudah dibayarkan BPJS Kesehatan ke rekening Dinas Kesehatan namun sampai hari ini para bidan belum menerima dana yang merupakan hak mereka.

Hal ini diungkapkan 8 orang bidan Puskesmas Nule ketika mengaduhkan persoalan tersebut kepada Ketua DPRD TTS Jean Neonufa di ruang kerjanya pada Rabu (13/5/2015).
Menurut ke-8 bidan tersebut, dana nonkapitasi yang merupakan hak mereka seharusnya sudah dibayar oleh pihak Puskesmas tempat mereka bertugas kepada para bidan. Sayangnya hingga saat ini pihak puskesmas mengaku dana tersebut belum disalurkan oleh dinas Kesehatan ke rekening Puskesmas sehingga pihak puskesma belum juga membayar hak para bidan.
Berulangkali mereka mempertanyakan hal tersebut ke kantor dinas Kesehatan tapi jawaban yang diperoleh nihil.

“Kami bingung mau mengaduh kemana lagi, ke Dinas Kesehatan pun tidak ada solusi yang kami peroleh untuk persoalan kami,” keluh bidan Susanti.
Sehingga pilihan yang paling pas menurut bidan Susanti adalah mengadu ke DPRD yang merupakan wakil rakyat.

“Kami datang kesini untuk memperjuangkan bukan saja hak para bidan di yang bertugas Puskesmas Nule saja, tetapi nasib semua bidan di Puskesmas se- TTS yang sama seperti kami. Kami ingin memperjuangkan hak kami yaitu dana nonkapitasi berupa jasa pelayan melahirkan yang sudah satu tahun lebih tidak dibayarkan oleh dinas kesehatan,”ungkap bidan Susanti yang diamini oleh orang rekannya.

Baca Juga :   Hadapi Ngada, Persema Malaka Bertekad Suguhkan Permainan Menarik

Menurut para bidan berdasarkan bukti pembayarkan berupa kwitansi yang dikeluarkan oleh BPJS ,telah tercantum kalau dana nonkapitasi sudah dibayarkan oleh BPJS ke rekening Dinas Kesehatan sejak Januari 2014 hingga Oktober 2014. Tetapi anehnya dana tersebut masih “parkir” di rekening dinas kesehatan dan belum tersalurkan sampai ke tangan para bidan.

“Dari bukti yang ada, BPJS sudah bayar ke rekening dinas kesehatan, tapi anehnya hingga saat ini dana tersebut tidak pernah sampai ke tangan kami,” kata Bidan Susanti.

Lebih lanjut kata Susanti, mereka sudah memiliki bukti pembayaran dari BPJS kesehatan yang diberikan ke dinas Kesehatan dan seharusnya lampirannya satunya diberikan kepada Puskesmas Nule, namun sengaja tidak diberikan.

“Ada bukti pembayaran dari BPJS Kesehatan yang seharusnya diberikan kepada kami melalui dinas kesehatan namun dari dinas kesehatan sendiri tidak memberikan kepada kami dan setelah kami mengaduhkan persoalan tersebut kepada pihak BPJS akhirnya sekarang pihak BPJS langsung mengantarkan bukti pembayaran tersebut kepada kami tanpa melalui dinas kesehatan karena khwatir tidak sampai kepada kami,” ungkap wanita berparas ayu ini.

Bidan lainnya yaitu bidan Desi Afi juga menambahkan bahwa bukan saja dana non kapitasi sengaja “diparkirkan” direkening Dinas Kesehatan, tetapi dinas kesehatan juga melakukan pemotongan biaya jasa pelayanan persalinan sebesar 40 persen dengan alasan untuk membeli barang habis pakai.

Baca Juga :   Kepala Desa di Malaka Diminta Beri Pencerahan Jelang Pemilu

“Tahun 2013 sudah dipotong 40 persen untuk pembelian barang habis pakai, obat-obatan dan peralatan medis untuk puskesmas Nule. Namun kenyataannya tahun 2013 tidak ada pengadaan sama sekali untuk barang habis pakai, obat dan peralatan medis di puskesmas Pule,”tutur Bidan Afi

Padahal menurut dia, dari dana pelayan jasa melahirkan yang harus mereka terima adalah 118 juta karena sudah dipotong makanya hanya menerima 98 juta.
“Kemana uang yang dipotong tersebut mengapa tidak ada pengadan barang habis pakai, obat-obatan dan peralatan medis untuk Puskesmas Nule,” ungkap Desi yang nampak sudah kesal. (pap)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top